| Senin, 23 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
Agung Laksono Resmikan Masjid NglondongPARAKAN- Ketua DPR RI sekaligus Pemimpin Pusat Kolektif Kosgoro 1957, Agung Laksono, meresmikan masjid dan dua mushala di Desa Nglondong, Kecamatan Parakan, Temanggung, Sabtu (21/10). Dia mengunjungi desa di tengah-tengah lahan persawahan sekitar 7 kilometer dari Kota Parakan itu, dalam rangka Safari Ramadan 2006. Selain Agung Laksono, hadir pula Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Bambang Sadono, Ketua Kosgoro Jateng sekaligus Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Iqbal Wibisono, Ketua DPD II Partai Golkar Temanggung Tunggul Purnomo, Sesepuh Partai Golkar Hasbi, serta ratusan warga, anggota, dan simpatisan Partai Golkar. Ketua Panitia Pembangunan Masjid Darussalam Desa Nglondong Mukadari menyatakan, kedatangan Ketua DPR tersebut merupakan ukiran sejarah baru bagi desanya. Dulu akan datang pada Februari, namun gagal karena ada acara mendadak. Dia mengatakan, total biaya untuk pembangunan masjid dan dua mushala adalah Rp 653 juta. Dana itu diperoleh dari bantuan Gubernur, putra desa yang telah sukses di luar daerah, swadaya masyarakat, dan khusus masjid juga menerima bantuan dari warga Arab Saudi. Agung Laksono mengatakan, setelah pembangunan masjid itu selesai hendaknya ditindaklanjuti dengan perbaikan jalan raya desa tersebut, yang tampak sudah banyak lubang dan tidak mulus lagi. "Saya berharap, dengan persetujuan DPRD, Pemkab dapat mengalokasikan APBD untuk biaya membuat hotmix jalan tersebut," pinta Wakil Ketua DPP Golkar itu. Ekonomi Warga Menurutnya, sarana dan prasarana jalan dapat membantu mengembangkan kegiatan ekonomi warga, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraannya. Sebab, dengan prasarana jalan yang memadai, penjualan hasil pertanian ke pasar di kota dan pembelian saprodi pertanian akan lancar. "Adanya akses ke perkotaan itu akan membuka desa-desa yang sebelumnya terisolasi," tambah dia, yang pada acara itu juga menyerahkan bantuan sembako bagi ratusan anak yatim dan kaum dhuafa. Dia setuju, jika Kabupaten Temanggung yang sebagian besar warganya petani itu tetap dipertahankan sebagai daerah pertanian. Namun konsekuensinya pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang mendukung petani. Misalnya, pupuk murah, perlindungan harga produk pertanian, pengenalan teknologi pertanian, dan perbaikan irigasi. Dia juga mengharapkan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan mutu kehidupan warga. Yaitu, antara lain, melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis, serta pembangunan sarana dan prasaran untuk kedua sektor tersebut. "Kepada Pemkab Temanggung, kami juga meminta masalah-masalah itu diperhatikan, sehingga mestinya alokasi belanja publik lebih besar daripada untuk gaji pegawainya." (H24-66) |