| Senin, 23 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
Daging Glonggongan Positif Bangkai
PURWOREJO-Dua kali tes laboratorium terhadap daging sapi glonggongan yang ditemukan dalam operasi pada Jumat pagi (20/10) ternyata menunjukkan hasil uji bangkainya positif. Kandungan darah pada daging sapi milik pasangan Akhmad Agus Kundori (52) dan Sri Utami (49) warga Babalan, Tamanagung, Muntilan, Magelang, itu juga tinggi. Pengujian dilakukan sampai dua kali lantaran pemiliknya tidak mempercayai hasil uji lab pertama yang dilakukan Jumat (20/10) sekitar pukul 05.00. Padahal uji lab pada pagi hari sudah dilakukan dua kali dengan hasil susut masaknya 45 persen (daging sapi normal rata-rata 30 persen) dan uji bangkainya positif. Ketika diuji lagi pada hari yang sama pukul 13.30 susut masaknya tetap tinggi, yakni 42,87 persen. Sementara itu kalau pada uji lab pagi hari belum membusuk, sedangkan pada tes siang uji kebusukannya positif, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir H Akhmad Fauzi MA, menunjukkan aktivitas bakteri pembusuknya tinggi. Dia yang didampingi kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ir Anita Helianti, menambahkan, kondisi daging sapi milik pedagang Agus dan Sri Utami itu berbau anyir, kadar airnya terlalu tinggi, uji bangkainya positif. Pada saat diperisa petugas dia tidak bisa menunjukkan surat-surat. Lalu Agus meminta izin pulang ke Magelang untuk mengambil surat-surat. Walau akhirnya surat yang diperlihatkan tidak beres karena dibuat oleh petugas yang tidak punya kewenangan. Dia menilai demikian lantaran pada surat keterangan yang ditunjukkan Agus, kopnya rumah pemotongan hewan (RPH) Muntilan, Magelang, tetapi stempelnya Dinas Peternakan Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Sementara kolom tanggal pemotongan sapi tidak diisi. Dengan surat seperti itu, imbuh Fauzi, pihaknya bisa menyita daging sapi milik Agus. ''Kalau benar Misdijanto (petugas yang memberi surat keterangan-Red) memiliki empat stempel itu juga perlu diperiksa oleh aparat berwenang. Bagaimana bisa seperti itu,'' tandasnya. Seperti diberitakan, operasi gabungan dari unsur Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Penanaman Modal (Dinas P4M), Satpol PP, dan polisi, menemukan daging sapi glonggongan yang hendak dijual di Pasar Suronegaran, Jumat pagi lalu. (yon-39) |