| Senin, 23 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
SEMARAK RAMADHANAlquran Diturunkan untuk Berbagai KepentinganPENGASUH Pondok Pesantren Al-Anwar dan An-Nur, Maron, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, H Machfud Chamid, mengemukakan, dalam Ramadan ada dua peristiwa penting, yaitu turunnya Alquran dan Lailatul Qadar. Turunnya Alquran pada 17 Ramadan, menurut mantan santri Pesantren Lirboyo, Kediri itu sebenarnya memiliki fungsi pengaturan bagi manusia. Telah diatur hak dan kewajiban sebagai makhluk Tuhan dan sebagai individu. Sebagai makhluk Tuhan, tentunya sudah jelas apa yang harus dilakukan, yaitu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagai individu, menurut ulama muda yang akrab dipanggil Gus Machfud itu, manusia memiliki kewajiban berinteraksi dengan sesama makhluk dan alam. ''Manusia diciptakan bukan sebagai perusak manusia dan alam,'' tandasnya. Alquran, lanjutnya, diturunkan untuk beberapa kepentingan. Misalnya sebagai fungsi hidayah atau petunjuk. Dengan adanya petunjuk itu diharapkan manusia menjadi pintar serta berkualitas baik. Dan, harapan yang lebih penting agar dapat mengelola bumi dan seisinya ini dengan baik. Dengan demikian, bila setiap manusia mau mengemban amanat sebagai khalifah dan mengedepankan ilmu pengetahuan maka akan tercipta suasana yang aman, nyaman, dan damai. ''Akan terwujud rahmatan lil'alamin,'' ucapnya. Kenyataan yang ada, ujarnya, banyak manusia yang mengedepankan ego serta hawa nafsunya. Dengan demikian, pada akhirnya sifat itu akan membawa malapetaka dan bencana bagi manusia itu sendiri. Alam juga menjadi rusak. Fungsi lain Alquran adalah sebagai furqon atau pembeda. Artinya, agar manusia dapat membedakan mana yang wajib, haram, sunah, makruh, jaiz, serta perbuatan baik dan buruk. Berdasarkan Alquran juga akan jelas terlihat akhlaqul karimah serta perilaku yang mahmudah. Jika petunjuk Alquran dijalankan dengan baik, tentunya akan tercipta suasana kehidupan yang baik pula. Terlebih lagi kalau ajaran Alquran diterapkan pada Ramadan ini. ''Alangkah indahnya apabila semua umat dapat benar-benar berpuasa dengan mengekang egonya dan dalam setiap aktivitas memilih jalan yang diridai Allah,'' ungkapnya. Bulan Kesabaran Dia mengemukakan, Rasulullah bersabda tentang keutamaan Ramadan sebagai bulan kesabaran dan kasih sayang. Adanya hadis tersebut, ujarnya, maka Ramadan identik dengan ujian bagi insan beriman. Minimal diuji emosinya saat orang itu lapar. ''Apakah pada saat lapar memiliki sikap dan perilaku sabar dalam mengemban amanat atau tidak?'' Dia menekankan, Ramadan juga merupakan bulan rahmat, magfirah, dan peluang terbebas dari api neraka. Untuk itu, dia mengajak segenap umat muslim untuk berintrospeksi. Dia mengatakan, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, menurut dia, ketidaksempurnaan itu justru akan bisa menjadi sebuah kekuatan apabila diorganisasi untuk kepentingan yang baik. (Eko Priyono-39j) |