| Senin, 23 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
Penyandang HIV di Jateng 777 OrangKEBUMEN - Kasus HIV dan AIDS di Jateng sebenarnya setiap tahun terus bertambah dan cenderung meningkat. Sampai September 2006, kasus penderita HIV di Provinsi Jateng sebanyak 777 orang dan AIDS 190 kasus. Menurut Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Provinsi Jateng, dokter Lily Herawati MKes, di Kebumen baru-baru ini jumlah kasus HIV dan AIDS lebih banyak diderita laki-laki. Sementara dari segi umur, lebih memprihatinkan lagi, karena justru didominasi usia produktif (20-24 tahun). Dari proporsi jenis pekerjaan, paling besar kasus HIV/AIDS dari kalangan wirusaha sebanyak 20,54 persen, ibu rumah tangga 13,39 persen, mahasiswa 8,89 persen, dan karyawan 8,33 persen. Dokter Lily mengemukakan, profesi sopir yang selama ini identik dengan bekerja penuh risiko di jalanan dan suka mampir, ternyata hanya 2,22 persen. Masih lebih besar pekerja seksual, yakni 4,4 persen. ''Dengan kata lain, sebenarnya semua lapisan masyarakat berpotensi terkena kasus HIV/AIDS,'' tandas dia. Stigma Lily juga mengakui, selama ini sikap pemerintah dalam penanganan kasus HIV/AIDS dianggap masih lemah. Padahal, jumlah kasus penderita penyakit yang mematikan itu terus bertambah. Bahkan secara nasional hingga Juni 2006, ditemukan kasus 6.332 orang terkena HIV dan 4.527 terkena kasus AIDS. Artinya, masalah tersebut memang perlu penanganan secara cepat, terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat, termasak lembaga swadaya masyarakat. Dia mencontohkan masih rendahnya penggunaan kondom, adanya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (odha), baik yang dirawat atau tidak, serta pengingkaran AIDS sebagai masalah sosial sebagai kendala dalam penanganan penyakit tersebut. Pihaknya mengusulkan dilakukan program akselerasi atau percepatan dalam upaya penanggulangan masalah tersebut. Hal itu ditempuh dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten dan kota serta mengintegrasikan lintas sektoral, melibatkan peran kalangan LSM. Plt Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kebumen Kusbiyantoro SKM MKes menjelaskan, kasus pengidap infeksi HIV di daerah itu kali pertama ditemukan pada 2003 di Kecamatan Sempor. Jumlah akumulatif kasus HIV/AIDS sampai 2006 ada 4 penderita, 1 sudah meninggal serta 3 orang lainnya dalam perawatan. Kusbiyantoro mengakui, peran KPA masih belum optimal. Penanganan terhadap kasus odha juga belum ada keterpaduan dengan pihak terkait. Belum lagi penderita kasus HIV/AIDS masih mengalami kendala biaya pengobatan untuk transportasi ke klinik VCT di Banyumas, serta keterbatasan APBD. (B3-39d) |