logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 KEDU & DIY
Line

PKPU Himpun Dana Rp 150 Miliar

YOGYAKARTA-Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) sampai saat ini telah menghimpun dana masyarakat sekitar Rp 150 miliar. Dana itu berasal dari zakat mal, infaq, sodaqoh, corporate social responsibility, kemanusiaan, serta sosial lainnya.

Dedi Sularso selaku Corporate Secretary PKPU, mengungkapkan itu kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia menuturkan, para donatur tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari komunitas muslim Indonesia di luar negeri seperti Belanda, Jepang, Australia, AS, Abu Dhabi, Belanda, Jerman, Inggris, Turki, Malaysia, Singapura, Brunei.

''Donatur juga datang dari muslim Eropa, AS, Asia, Semenanjung Korea serta perwujudan kerja sama dengan LSM luar negeri seperti Australia, AS, Inggris, Jepang dan UNICEF. Bahkan, di Yogyakarta PKPU dipercaya lembaga internasional, IOM, untuk membantu membangunkan rumah sederhana bagi korban gempa,'' paparnya.

Meski baru berumur enam tahun, organisasinya mempunyai pembayar zakat dari berbagai kalangan, antara lain artis, karyawan, profesional dan pengusaha serta praktisi media baik muslim maupun nonmuslim.

Pada kesempatan itu dia juga mengungkapkan program pendayagunaan terwujud dalam sebuah payung Rescue, Rehabilitasi dan Redevelopment di antaranya pendidikan BLK (Balai Latihan Kerja) gratis menjahit dan komputer, SMP Terbuka, SDI, laboratorium PPI Jepang-PKPU, beasiswa yangmenjangkau 15 provinsi, 35 kota, 140 desa.

Di bidang kesehatan, PKPU telah melakukan kegiatan program ''Prosmiling'' di 11 provinsi, 22 kotadan 413 desa, BMS (Bina Masyarakat Sehat) di tujuh provinsi, 11 kota dan 72 desa, Poliskin (Program Lindungan Kesehatan Miskin) di 11 provinsi 22 kota dan 413 desa serta pembinaan mental berupa pengiriman dai.

Pemberdayaan Ekonomi

''Kami juga melakukan pemberdayaan ekonomi yang telah menjangkau di 15 provinsi yang tergabung kedalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan jumlah anggota 1.135 kaum dhuafa,'' jelas Dedi.

Sementara itu Direktur Penghimpungan PKPU Wildhan Dewayana, mengungkapkan, bentuk strategi yang dilakukan PKPU yaitu melalui iklan di media cetak, media internal dan layanan-layanan khusus. Pembayar zakat dilayani sesuai kebiasaan mereka, ada yang ingin didatangi, silaturahmi, transfer atau melalui website.

''Kami juga menggunakan jasa relawan penghimpunan, baik yang di outlet maupun turun ke lapangan. Mereka tidak diberi honor karena dasarnya fun saja serta ingin berkontribusi untuk umat,'' ujar Wildhan.

Dia menambahkan agar mendapat kepercayaan masyarakat pihaknya selalu menekankan konsistensi dalam bentuk penerimaan dan penyaluran dana zakat yang transparan. (D19-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA