logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Global Gelar Lebaran Fair

SEMARANG- Global Elektronik menggelar Lebaran Fair dengan menggandeng empat vendor merek elektronik, yakni LG, Sharp, Sony, dan Advance. Keempat vendor tersebut menawarkan berbagai produk-produk terbarunya.

Managing Director Global Elektronik Gouw Andy Siswanto mengatakan adanya tunjangan hari raya (THR) turut memengaruhi peningkatan penjualan elektronik. Bahkan selama Ramadhan sejumlah item produk tertentu sempat menjadi best seller.

"Respon pasar terhadap produk elektronik ini memang dipengaruhi waktu. Bila Ramadan dan lebaran maka produk-produk yang laku adalah kulkas, handycam, dan kamera digital," katanya kemarin.

Ia menyebutkan dalam Lebaran Fair ini LG menawarkan produk TV dan mesin cuci, Sharp menggencarkan promosi Iioto Fiesta, dan Sony mengajukan TV, min-hifi, kamera digital, dan handycam. Sedangkan Advance memajang produk water filter hot & cool, Ozonizer O3, dan Sumo Foot Therapy.

Ia optimistis pasar elektronik akan terus membaik. Hal ini didukung dengan adanya tren penjualan dengan sistem kredit yang terus mengalami peningkatan. Bahkan, kini, pihaknya bekerjasama dengan Bank Mandiri menawarkan program Cicilan 6 Bulan 0% untuk semua produk. Program tersebut ditujukan bagi pemegang kartu Mandiri Visa, termasuk pula tanpa surcharge 3% yang berlangsung hingga 31 Desember mendatang. (H22- 59)

Harga Listrik Tanjung Jati 4,1 Sen

JAKARTA-PT PLN (Persero) membantah harga jual listrik PLTU Tanjung Jati B 2x660 MW di Jepara lebih dari enam sen dolar AS per kWh.Juru bicara PLN Muljo Adji di Jakarta mengatakan, harga listrik PLTU yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu hanya 4,1 sen dolar AS per kWh."Harga listrik rata-rata selama 23 kontrak tahun hanya 4,1 sen dolar AS. Bukan enam sen dolar AS per kWh," katanya.

Menurut Muljo, sesuai kontrak, harga jual listrik Tanjung Jati B berada pada kisaran 3,86-5,6 sen dolar AS. "Harga listrik akan turun tajam setelah 12 tahun PLTU itu beroperasi," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan menyebutkan harga jual listrik

pembangkit berbahan bakar batubara itu mencapai di atas enam sen dolar AS.(ant-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA