| Senin, 23 Oktober 2006 | EKONOMI |
Pembuktian Janji Manis Lancar Berkomunikasi
HARI Raya Idul Fitri (Lebaran) bisa jadi merupakan salah satu ukuran apakah satu operator telekomunikasi khususnya seluler siap mengatasi lonjakan lalu lintas percakapan (voice) maupun layanan pesan singkat (SMS). Fenomena melonjaknya trafik telekomunikasi sudah berlangsung sejak sepuluh tahun lalu. Masyarakat yang biasanya menyampaikan selamat Lebaran melalui kartu ucapan, kini cukup menggunakan telepon di samping hemat waktu juga hemat dana. Akibatnya, pada hari H Lebaran, trafik komunikasi dan SMS meningkat berlipat-lipat yang mengakibatkan komunikasi suara tidak lancar, sedangkan kiriman SMS terhambat hingga hitungan jam, atau bahkan hari berikutnya. Tentu,untuk menghindari umpatan konsumen akibat kemungkinan distorsi komunikasi, operator berlomba meningkatkan kapasitas. PT Telkomsel misalnya, meningkatkan kapasitas jaringan hingga dapat menampung 500 juta SMS per hari. Sedangkan kapasitas lalu lintas suara ditingkatkan lebih dua kali lipat. General Manager Core Network Operation Telkomsel, Moh. Mustagfirin, mengatakan pada hari H Lebaran diperkirakan 200 juta SMS per hari. "Untuk itu telah disiapkan kemampuan SMS Center menjadi 14.000 SMS perdetik atau meningkat 75 persen dari sebelumnya 8.000 SMS perdetik tahun lalu," kata Mustagfirin. Tidak tanggung-tanggung, operator yang sahamnya dikuasai PT Telkom 65 persen dan Singtel 35 persen ini menjamin waktu tunda (delay time) pengiriman SMS di bawah 30 detik. Sementara itu PT Indosat Tbk, menyiapkan kapasitas SMS hingga 250 juta per hari, meningkat dibanding tahun 2005 dimana trafik SMS mencapai 60 juta per hari. "Sedangkan untuk lalu lintas suara diperkirakan lonjakannya 90-100 persen. Kami memiliki tingkat kesukseskan pengiriman SMS sebesar 95 persen di mana 75 persennya terkirim di bawah 10 detik," kata Direktur Regional Sales Indosat Wityasmoro Sih Handayanto. Untuk itu pula Indosat meningkatkan kapasitas serta cakupan jaringannya dengan menambah jumlah menara pemancar (Base Transceiver Station/BTS) hingga mencapai 6.500 unit BTS periode Juni 2006. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas suara, Indosat menambah jumlah transmiter atau Transceiver Exchange (TRX) sebanyak 20.000 unit. Sementara PT Excelcomindo Pratama (XL), sedang berupaya mempercepat meningkatkan kapasitas jaringan yang semula akan diselesaikan pada Januari 2007. "Percepatan itu untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas komunikasi yang terjadi saat ini, terlebih pada hari-hari besar seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru," kata Direktur Network Operations XL Danny Buldansyah. "Kapasitas akan kami naikkan dua kali lipat dari kapasitas saat ini," katanya tanpa merinci besaran kapasitas yang dimaksud. Performa jaringan XL saat ini didukung 5.874 unit BTS, 62 unit Base Station Controllers (BSC), 13 unit Mobile Switching Centres (MSC), dan enam unit Home Location Register (HLR). Akan halnya tiga operator seluler barbasis Global System for Mobile Communications (GSM) itu, operator berbasis teknologi Code Multiple Division Acces (CDMA) PT Mobile-8 juga tidak ketinggalan. Mobile-8 dengan layanan Fren ini akan menyiapkan kapasitas 50 juta SMS per hari. "Selama bulan Ramadhan sampai dengan Lebaran, Fren meningkatkan kapasitas jaringan khususnya untuk SMS sebanyak 50 juta per hari, jumlah ini meningkat dari tahun kemarin," kata kepala pemasaran PT Mobile-8 Telecom, Herman Then Kek Khian. Padat Seakan menjadi acara ritual, Lebaran bisanya juga ditandai arus mudik yang dari tahun ke tahun terus bertambah, sehingga lalulintas komunikasi menjadi sangat padat. Tidak saja ke kota-kota di pulau Jawa, jumlah pemudik ke provinsi lain seperti sejumlah kota di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan juga tinggi. Peralihan sesaat masyarakat itu, tentu juga diikuti dengan perpindahan perangkat telekomunikasi yang dimiliki pelanggan telepon seperti telepon seluler. Menurut catatan Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI), jumlah pelanggan seluler pada 2006 diperkirakan mencapai 58 juta nomor. Dari jumlah itu, sebanyak 30 persen di antaranya nomor pengguna ponsel diperkirakan bermigrasi dari satu kota ke kota lain. Wilayah Pantai Utara pulau Jawa merupakan jalur utama transportasi lintas Sumatra-DKI-Jawa-Bali, sehingga dipastikan akan terjadi lonjakan penggunaan telepon seluluer. Kondisi itu sering mengakibatkan kelambatan saluran karena kepadatan secara teknis melebihi kapasitas jaringan pelayanan. Tidak tertutup kemungkinan lonjakan berarti akibat kedatangan pemudik juga terjadi di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka). Anggota harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Daryatmo mengatakan, setiap tahun fenomena melonjaknya trafik telekomunikasi terus terjadi. "Operator harus cepat mengantisipasinya, dengan mengupayakan penyediaan infrastruktur di daerah-daerah kantong-kantong mudik, sehingga sinyal di kawasan tertentu bisa lebih kuat tanpa kendala," katanya. Ia juga menyoroti, operator jangan hanya meraup keuntungan dari besarnya pendapatan pada saat Ramadhan dan Lebaran, namun juga harus diimbangi percepatan pembangunan kapasitas. Sementara itu, pengamat telekomunikasi dan multimedia KMRT Roy Suryo mengatakan, apa yang dilakukan oleh operator mengantisipasi lonjakan trafik sudah merupakan hal yang wajar. "Tidak ada yang menjamin ketersambungan komunikasi dan pengiriman SMS lancar. Operator telah memiliki pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan penambahan kapasitas itu, sehingga diharapkan tidak akan ada SMS yang pending atau terlambat tiba di tujuan," kata Roy.(Arie Widiarto, ant-59) |