logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 EKONOMI
Line

Harga Gabah Cenderung Stabil

JAKARTA-Perum Bulog sejak tiga tahun terakhir, berhasil menjaga harga gabah dan beras sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP). Dengan demikian, harga gabah di tingkat petani tidak jatuh. Jika dilihat dari kestabilan harga di level yang cukup tinggi, Data menyebutkan, kondisi harga gabah dan beras selama tahun 2006 cenderung naik dan berada di atas HPP. Harga gabah selama Agustus misalnya, rata-rata mencapai Rp 2.163/Kg atau 25 persen di atas HPP yang ditetapkan dalam Inpres 13/2005.

Sementara harga beras medium setara cadangan beras pemerintah (CBP), berkisar Rp 4.500/Kg. Pada hal, HPP-nya ditetapkan sebesar Rp 3.550/Kg. "Tetapi bila dilihat kinerja pengadaan gabah dan beras sejak tiga tahun terakhir target pengadaan tidak pernah terpenuhi," kata Dirut Perum Bulog, Widjanarko Puspoyo, baru-baru ini.

Target pengadaan gabah atau beras, kata dia, selalu mengalami revisi, karena tidak mungkin dapat dipenuhi. Realisasi pengadaan gabah dan beras hanya sebanyak 1,42 juta ton pada tahun 2006. Pada hal target awal mencapai 2,2 juta ton.

Menurut Widjan (panggilan Widjanarko Puspoyo-Red), meski target pengadaan gabah dan beras tahun 2006 tidak tercapai, tapi dia optimistis target tahun 2007 sebesar 2,6 juta ton tercapai.

Target pengadaan tersebut, lanjutnya, dimaksud agar mampu memenuhi penugasan pemerintah untuk mendistribusikan beras untuk rakyat miskin (raskin) sebanyak 1,9 juta ton kepada sekitar 15 juta rumah tangga miskin.

Dia mengatakan, saat ini untuk penyaluran raskin Bulog harus mendistribusikan sebanyak 160 ribu ton/bulan. Diperkirakan hingga akhir Oktober masih ada sisa raskin yang belum tersalurkan sekitar 20 ribu ton, sehingga diperlukan tambahan 140 ribu ton.

"Dengan adanya tambahan penyaluran raskin 1 bulan, beras tersebut nantinya diambilkan dari stok CBP yang kini masih ada sebanyak 222 ribu ton," katanya seraya menambahkan, disetujui APBN Perubahan sebanyak Rp 39,6 miliar untuk penanggulangan rawan pangan diharapkan akan ada tambahan beras sekitar 93 ribu ton.

Tambahan Raskin

Widjan mengharapkan, tambahan raskin ini dapat mengantisipasi kekhawatiran terjadinya gejolak harga beras pada akhir tahun. Apalagi selama ini terbukti, raskin mampu menekan laju inflasi. "Alokasi anggaran nantinya diambil dari APBN P 2006 yang telah disetujui DPR," ucapnya.

Dalam APBN Perubahan 2006, Perum Bulog mengusulkan dana sebanyak Rp 434,6 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan teknologi dan sarana logistik sebanyak Rp 45 miliar.(tri-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA