logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Oktober 2006 EKONOMI
Line

Produksi Gas Cepu Belum Pasti 2009

JAKARTA-ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) belum bisa memastikan produksi gas Blok Cepu bisa dilakukan tahun 2009 sesuai keinginan pemerintah.

Wakil Direktur EMOI Maman Budiman di Jakarta mengatakan, saat ini pihaknya tengah memfokuskan pada produksi minyak yang ditargetkan tahun 2008."Harus dikonfirmasi dulu berapa cadangan gasnya dengan melakukan pengeboran lanjutan," katanya, pekan lalu.

Menurut Maman, pihaknya akan melakukan tender pengadaan menara bor (rig) guna melakukan pengeboran lanjutan tersebut dalam waktu dekat.

Sebelumnya, pemerintah menginginkan produksi gas dari Blok Cepu dipercepat menjadi tahun 2009 guna memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya Pulau Jawa. Saat ini, produksi gas nasional mencapai 8.000-9.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Lebih dari setengah produksi itu dipasarkan ke luar negeri yakni ke Jepang, Taiwan dan Korea dalam bentuk "liquefied natural gas" (LNG).

Ladang Baru

Ekspor LNG Indonesia tercatat mencapai sebesar 27,2 juta ton per tahun yang 18,49 juta ton di antaranya atau mencapai 68 persen dipasok ke Jepang. Diperkirakan pada 2025, kebutuhan gas dalam negeri akan mencapai 15 ribu MMSCFD.

Kebutuhan gas itu bisa dipenuhi dengan mengembangkan sejumlah ladang baru yang mempunyai cadangan besar seperti di Papua dan Jatim termasuk Cepu.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri juga akan dilakukan dengan tidak memperpanjang kontrak ekspor LNG setelah 2010. Jika, pada tahun 2010, kontrak ekspor LNG tidak diperpanjang maka ada sekitar 8,3 juta ton yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dalam negeri.

Namun, pemenuhan gas dalam negeri itu terkendala belum adanya skema insentif terutama tarif gas dan besarnya investasi buat pengembangan lapangan gas baru.(ant-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA