logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 22 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Menikmati Posko Tiban di Alas Roban

MALAM itu pukul 19.15. Serombongan motor yang rata-rata berpelat nomor B merapat di salah satu posko mudik Alas Roban, Luwes, Plelen, Kabupaten Batang. Mereka memarkir motor dan memesan beberapa botol minuman dan mi rebus hangat. Selang 10 menit, beberapa mangkok mi pun telah siap tersaji.

Sembari mengamati kepul asap makanan yang baru saja mendidih itu, sebuah keluarga yang mengaku dari Demak ini asyik menyeruput cairan biru di botol. Sudah sejak 2003, Sugiyono (34), kuli bangunan di Jakarta tersebut terbiasa mudik malam dengan mengendara motor. Dia mudik bersama istri serta anaknya yang setia menemani dia nglaju dari Jakarta.

Tak berselang lama, serombongan mobil berpelat B mampir di posko yang sama. Pesanannya serupa, mi rebus. ''Lapar, kebetulan lewat sini ada yang jual makanan murah,'' ucap Lastri asal Lamongan. Lastri yang telah 20 tahun menetap di Cilegon bersama suami, Margono (54), dan dua anaknya itu, telah terbiasa pulang kampung.

Sambil menikmati makanannya, pemilik salon yang kali ini pulang bersama keluarga adiknya itu bercerita, mudik Lebaran belakangan ini terasa nyaman daripada 10-15 tahun silam. Berdirinya sejumlah posko, termasuk posko-posko polisi di jalur-jalur khusus, membuat pemudik tak begitu khawatir terhadap keamanan.

Terjangkau

Sejumlah tarif yang ditawarkan posko-posko siaga memang relatif terjangkau sehingga pemudik tak enggan mampir. Di samping pos milik perusahaan, sejumlah kios tanpa dinding berjejal di sisi utara jalur pantura. Kebanyakan kios-kios itu menjajakan kelapa muda.

''Karena mereka kebetulan juga menjual mi instan, termasuk Indomie, tarif yang kami pasang lebih disesuaikan dengan harga standar pasar. Ya, agar para pedagang penduduk sekitar ini tidak mati,'' ungkap dia diiyakan Humas PT Indofood Sukses Makmur NDL (Noodle) Jateng DIY Naneth Natalia Sari.

Pemudik bermotor malam yang melintas di salah satu sisi jalur pantura itu terlihat banyak. Kehadiran posko-posko tiban tampaknya mampu meredam kekhawatiran para pemudik lantaran akses fasilitas mulai dari pengganjal perut, telekomunikasi, hingga bengkel tersedia di sepanjang Alas Roban.

Sejak pukul 21.00, kendaraan yang melintas umumnya bus dan mobil. Hingga tengah malam pun, lalu-lalang pengendara dan pengunjung masih padat.

Menurut Andi Afiril A, Area Sales Supervisor, penjualan di posko mudik Indomie di semua jalur rawan kecelakaan itu buka 24 jam.

Rencananya, posko-posko itu tetap berdiri hingga H-1 Lebaran. (Moch Kundori-41j)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA