| Minggu, 22 Oktober 2006 | NASIONAL |
Perbatasan Jatim-Jateng DiperketatKARANGANYAR - Kapolda Jateng Irjen Pol Dody Sumantyawan HS SH mengemukakan, aparatnya akan memperketat keamanan di setiap perbatasan. Utamanya perbatasan-perbatasan yang digunakan sebagai jalur mudik Lebaran. Hal ini, menurut dia, untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan dan khususnya para pemudik. ''Akhir-akhir ini para pemudik sering menjadi sasaran kejahatan. Karena itu, perlu diperhatikan keamanan dan kenyamanan mereka,'' tandas dia di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di atas Jembatan Bancolono di lereng Gunung Lawu, perbatasan Karanganyar (Jateng) - Magetan (Jatim), kemarin. Di samping Kapolda, hadir dalam kesempatan itu Kapolwil Surakarta Kombes Yotje Mende, Kapolres Karanganyar AKBP Rikwanto, Kapolres Magetan AKBP Bambang S, serta Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani dan Bupati Magetan Saleh Mulyono. Selain para pemudik, ujar Dody, para wisatawan yang berekreasi juga perlu dijaga keamanannya. Pasalnya, potensi kejahatan pada saat liburan Lebaran tinggi. Karena itu, pihaknya juga mengimbau para pengelola atau pemilik tempat hiburan, untuk tetap siaga dan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan. Soal Teroris Bagaimana dengan pemantauan kemanan perbatasan yang bisa digunakan lalu lintas para teroris? Kapolda mengemukakan, di setiap posko di perbatasan pihaknya menugasi unit khusus yang di dalamnya terdapat Datasemen 88 Antiteror yang sifatnya tertutup. Anggota satuan unit khusus itu juga punya keahlian menembak. ''Tertangkapnya salah seorang anggota teroris, Subur, telah banyak membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus teroris di beberapa daerah. Subur itu kemampuannya melebihi Nurdin M Top yang hingga kini belum tertangkap. Sebab selain punya kemampuan merakit bom, Subur juga berkemampuan mengorganisasi dan merekrut anggota. Mobilitas dia tinggi serta mampu menyatu dengan masyarakat dengan mudah.'' (G8-59j |