logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 22 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Dua Kelompok Pemuda Tawur

  • Satu Luka Parah, Lima Motor Rusak

BREBES - Dua kelompok pemuda dari Desa/Kecamatan Ketanggungan dan Desa/Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jumat (20/10) pukul 22.00, terlibat tawur di jalan raya Ketanggungan-Pejagan, tepatnya di depan SPBU Ketanggungan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun satu orang terluka parah dan lima sepeda motor rusak. Korban luka itu adalah Joni Suryani (20) warga Desa Ketanggungan. Dia terluka di bagian kepala karena sabetan senjata tajam. Hingga Sabtu siang (21/10) kemarin, korban masih dirawat intensif di RSUD Brebes. Dokter terpaksa memberikan 20 jahitan di bagian yang luka.

Menurut sejumlah warga, peristiwa itu berawal ketika Cetos (20) warga Desa Banjarharjo berkunjung ke rumah Susi (19) di Desa Ketanggungan, Jumat (20/10) pukul 20.00. Saat dalam perjalanan menuju rumah pacarnya, dia dicedat Joni Suryani bersama sekelompok pemuda. Para pencegat itu meminta rokok secara paksa.

Pemalakan tersebut ternyata menyisakan dendam. Saat pulang, Cetos mengadukan kejadian itu kepada teman-temannya. Mereka kemudian berbalik mendatangi sekelompok pemuda yang melakukan pemalakan.

"Saat itu, saya dan teman-teman sedang duduk di halaman SPBU. Tiba-tiba muncul sekelompok pemuda dari Banjarharjo. Mereka mengendarai sepeda motor dan datang untuk mencari saya. Setelah itu, mendadak mereka menyerang dengan samurai sehingga terjadi tawuran," ujar Joni Suryani saat ditemui di Bangsal Bedah RSUD Brebes.

Joni mengaku sebagai orang yang kali pertama meminta rokok kepada Cetos. Dia menganggap hal itu hal wajar. Sebab dia juga mengalaminya ketika berkunjung ke rumah pacar. "Saya tetapi tidak dendam," tutur dia.

Sementara itu, sekitar 50 pemuda dari kedua kelompok yang diduga terlibat tawuran, kini diamankan di Mapolres Brebes. Termasuk, barang bukti berupa dua samurai, beberapa balok kayu, dan lima motor yang dirusak.

Kapolres Brebes AKBP Drs Agus Sukamso MSi melalui Kasat Reskrim AKP Marsudi Raharjo SH menyatakan masih menginterogasi puluhan pemuda dari kedua kelompok itu. "Saat ini, pemicu tawuran masih dalam penyelidikan dan belum bisa diketahui secara pasti," ungkap dia singkat. (bs-41m)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA