| Minggu, 22 Oktober 2006 | NASIONAL |
Jalur Selatan Macet 7 Km
BANYUMAS - Puncak arus mudik (H-3) di jalur selatan yang melalui Banyumas sampai perbatasan Kebumen, macet hingga 7 kilometer. Arus lalu lintas hanya bisa merambat. Titik jalan yang menyebabkan kemacetan adalah Pasar Sumpiuh, perlintasan KA Sumpiuh, Pasar Tambak, Perempatan Buntu. Kemudian, simpang tiga Sampang dan Rawalo serta pertigaan Menganti jurusan Purwokerto-Cilacap hingga simpang empat Wangon. Pertemuan arus mudik jalur Bandung-Purwokerto-Yogyakarta dengan jalur Jakarta Purwokerto-Yogyakarta, juga menjadi titik simpul kemacetan. Kemacetan paling parah terjadi di perlintasan KA Sumpiuh, Pasar Sumpiuh, dan sekitar SPBU Sumpiuh. Hari Sabtu kemarin, pasar itu sedang ramai. Di dua perlintasan KA, yakni Sumpiuh Banyumas dan Karanganyar Kebumen, muncul kemacetan panjang, karena frekuensi kereta yang lewat semakin banyak. Dalam kondisi normal, dalam 24 jam ada 48 KA yang melintas dan memotong jalur selatan. Namun sejak kemarin, yang lewat mencapai 78 KA. Saat ini, di perlintasan KA Sumpiuh, kereta lewat setiap 15 menit sekali. ''Kalau pintu KA tertutup, bisa dipastikan terjadi kemacetan total. Apalagi sebelum pintu perlintasan juga ada pasar, sehingga kendaraan harus mengurangi kecepatan,'' ujar Sambas Riawan, petugas pos pengaman terpadu Sumpiuh. Saat perlintasan KA itu dibuka kembali, deretan kendaraan yang merayap tersebut tidak habis. Akibatnya, ketika kereta kembali lewat, kemacetan terjadi lagi. Begitu seterusnya sehingga antrean semakin panjang. Sementara itu, berdasar perhitungan Pos Karanganyar (perbatasan Banyumas-Kebumen), jumlah kendaraan yang lewat mencapai 200 unit/menit. Jumlah ini meningkat 100 persen dibanding dengan hari sebelumnya yang hanya 100 unit per menit. Ini terjadi sore dan pagi hari seusai shalat subuh. Tiga Jalur Akibat kemacetan total ini, beberapa ruas dibuat tiga lajur. Yakni, dua ke arah timur dan satu ke barat. Namun tak sedikit sepeda motor yang saling serobot dan berjalan zig-zag di antara mobil atau di pinggiran jalan aspal. Petugas pos pengamanan terpadu sekitar perlintasan Sumpiuh pun sempat kewalahan mengatur lalu lintas. Sebab sepada motor saling serobot. Jalur alternatif menuju jalur selatan-selatan yang disiapkan itu juga tak banyak dimanfaatkan. Sebab kendaraan sudah terjebak kemacetan di jalur Purwokerto-Yogyakarta ini. Kendaraan dari Jakarta yang masuk lewat Purwokerto tembus Banyumas-Buntu-Yogyakarta juga terjebak kemacetan di Pasar Sokaraja dan sepanjang Jalan Supardjo Rustam Sokaraja, pusat oleh-oleh khas Banyumas. Sebab, kendaaan pemudik banyak yang berhenti untuk membeli jajanan. Situasi yang sama juga terjadi di Stasiun KA Purwokerto. Puncak arus mudik terjadi kemarin. Semua kereta dari arah Jakarta, dipenuhi penumpang. Sampai siang hari, enam KA dari Jakarta yang berhenti, penuh penumpang. Bahkan ada di antara mereka yang menempati rangkaian antargerbong, WC, dan lokomotif. Penumpang yang turun di wilayah Daop V Purwokerto hingga kemarin malam, mencapai 15 ribu orang. Pada H-4, jumlah pemudik yang turun di Stasiun Purwokerto saja tercatat 1.618 orang. Sementara jumlah kumulatif pemudik yang turun di wilayah Daop V, mencapai 10.418 orang. Kepala Stasiun Purwokerto Slamet Sriyanto mengatakan, puncak arus terjadi kemarin karena pada hari Sabtu, Jakarta sudah libur. Akibatnya, banyak yang memanfaatkan hari itu untuk pulang kampung. Terguling Di tempat lain, yakni di jalan tol Jakarta-Merak KM 54, Kragilan, Serang, Bus PO Arimbi terguling. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa itu dan hanya dua yang terluka ringan. Ban kanan depan bus yang mengangkut 60 pemudik dan bertolak dari Kalideres itu, pecah. Sopir bus Usup (32), tidak bisa mengontrol kendaraan yang saat itu meluncur dengan kecepatan 80 km/jam. Akhirnya, bus oleng dan terguling di jalur arah Jakarta. Sementara itu, di Stasiun Pasar Senen, Sabtu (21/10), penumpang terus mengalir. Stasiun semakin padat karena masih banyak penumpang yang belum tertampung baik oleh KA reguler maupun tambahan. Ruang tunggu di sisi barat dan timur Stasiun Pasar Senen, dipenuhi ribuan penumpang. Sebagian besar merupakan penumpang tujuan Jawa Timur yang tidak terangkut Gaya Baru Malam tujuan Surabaya pada pukul 12.30, Kertajaya Lebaran tujuan Surabaya pukul 12.50, dan Matarmaja jurusan Malang pukul 14.10. Pada pukul 16.15, KA Kertajaya reguler diberangkatkan dan disusul Kertajaya Lebaran tambahan pada pukul 20.50. Dengan demikian, ada tiga KA Kertajaya yang dijalankan untuk mengangkut penumpang Lebaran. Saking penuhnya, penumpang ada yang sampai berdiri di dalam lokomotif, duduk di toilet, dan berdesakan di setiap pintu gerbong. Tidak hanya KA ekonomi, KA bisnis yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen juga dipenuhi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Kepala Stasiun Pasar Senen Yoesef Bambang S merasa yakin jika semua penumpang bisa terangkut hari ini. Sebab sebanyak 21.724 penumpang, juga terangkut pada H-4, Jumat (20/10) lalu. Di Stasiun Gambir, jumlah pemudik tujuan Cirebon mulai melonjak. Banyak penumpang yang kehabisan tiket untuk pemberangkatan pagi dan terpaksa harus menunggu berjam-jam untuk diangkut KA Cirebon Express sore. Mengantisipasi hal itu, KA Cirebon Express tambahan akhirnya dijalankan Minggu (22/10). Sementara itu, jumlah pemudik di Terminal Kalideres terus membludak. Malah, kata Kepala Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi Kalideres, Akhmad Rustam, puncak arus mudik diperkirakan terjadi Sabtu siang sampai malam. Sampai pukul 14.00, sebanyak 311 bus berangkat membawa 6.977 pemudik. Untuk mengatasi lonjakan penumpang, pengelola Terminal Kalideres telah memberangkatkan 38 buah bus bantuan. Bus tambahan itu mengangkut 1.564 penumpang. ''Bus bantuan kami kerahkan supaya penumpang tak menumpuk di terminal,'' kata Akhmad. Akan Ditindak Pemerintah Provinsi Jateng telah berkoordinasi dengan Polda terkait dengan sabotase jalur kereta api. Gubernur Jateng H Mardiyanto menyatakan tindakan semacam itu tidak bisa dibiarkan. Dia bersama Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan HS telah membahas pengamanan Lebaran, termasuk sabotase serta pencurian baut dan bantalan kereta api. ''Saat ini musim berpergian. Jangan main-main dengan sesuatu yang membahayakan keselamatan orang lain. Saya sudah meminta Kapolda untuk menindak tegas aksi semacam itu,'' ungkap Gubernur di Bandara Ahmad Yani, Sabtu (21/10) sore. Menurut dia, sabotase seperti yang terjadi di KM 136 antara Suradadi dan Larangan, Kabupaten Tegal itu tidak bisa ditoleransi, karena menyangkut nyawa orang lain. Apabila masyarakat menemukan tindakan tidak terpuji semacam itu, lanjut dia, harap segera melapor ke pihak berwajib. Dengan helikopter, Mardiyanto didampingi Kepala Dinas Bina Marga Ir Danang Atmodjo MT, melihat secara langsung situasi jalur mudik. Jalur yang dipantau itu mulai Kebumen, Cilacap, Losari, hingga Semarang. Terjadi Sabotase Lagi Dugaan sabotase perjalanan KA di jalur pantura, sekitar pukul 19.30 semalam, membuat jajaran Polresta Tegal bekerja ekstrakeras dan meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah personel gabungan Polsek Sumurpanggang langsung menuju ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi itu. Gerakan cepat aparat kepolisian dalam menindaklanjuti informasi masyarakat dilakukan, mengingat satu hari sebelumnya terjadi dugaan sabotase KA di kilometer 136 antara Suradadi dan Larangan, Kebupaten Tegal. ''Ini jangan sampai terjadi. Karena itulah, kami lalu bergerak cepat ke lokasi untuk menemukan batu besar yang dipasang di atas rel dan segera menyingkirkannya sebelum ada kereta api melintas,'' ungkap Kapolresta Tegal AKBP Drs Iwan A Ibrahim melalui Kapolsek Sumurpanggang AKP Suwartoyo, semalam. (D12,H17,H3,G22,bn,H7,G17-45,59,48jm) | ||||