SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Sabtu, 21 Oktober 2006

BANYUMAS - Memasuki H-4 kemarin (20/10), arus mudik di jalur selatan mulai terjadi kemacetan. Hal itu terjadi terutama di jalur utama Bandung-Purwokerto-Yogyakarta ataupun arah Jakarta-Purwokerto via jalur pantura (Brebes-Purwokerto).

PURWOKERTO - Jumlah penumpang arus mudik yang menggunakan jasa kereta api (KA) terus meningkat. Bahkan kemarin PT KA Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto sudah mengoperasikan empat kereta tambahan. Selain itu,

BANYUMAS - Pemudik sepeda motor Jumat (20/10) pagi atau H-4 mulai menyemut masuk ke wilayah Banyumas. Jumlah sepeda motor yang dipantau di pos polisi Pekuncen yang masuk ke wilayah Banyumas dari perbatasan Brebes mencapai 75 - 100 motor per menit.

PURWOKERTO - Pemasangan reklame yang tidak memiliki izin atau sudah kedaluwarsa di wilayah Purwokerto dan sekitarnya ternyata sulit ditertibkan. Pasalnya, berulang-ulang pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab melakukan penertiban, tetap saja muncul lagi saat petugas berhenti melakukan razia.

BANJARNEGARA - Pemberitaan tentang meninggalnya Mistinem (32), warga Dusun Sigedang, Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, akibat flu burung tak berpengaruh terhadap pasaran daging ayam.

CILACAP - Untuk memenuhi permintaan masyarakat, selama masa libur Lebaran 1427 H, Dinas Pariwisata (Diparta) Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Pulau Nusakambangan menawarkan paket wisata ke pulau tersebut.

SEPULUH hari yang terakhir pada bulan Ramadan, dianjurkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Iktikaf atau berdiam di masjid dengan melakukan serangkaian ibadah pada malam hari hingga pagi harinya lagi menjadi pilihan sebagian orang.

BANYUMAS - Bhayangkari Polwil Banyumas dipimpin Ny Emron Putra Agung, kemarin menyerahkan bingkisan kepada anggota Polri dan petugas yang berjaga di pos jalur selatan. Sekitar 30 pos mendapat bingkisan hasil kerja sama Bhayangkari dengan pengusaha Purwokerto, yakni NN Laju (pengusaha tekstil) dan Cholifan (pengusaha jamu tradisional).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA