logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Bayi Kembar Siam Dipindah ke Ruang Intensif

SOLO - Bayi kembar siam yang lahir di RSUD Dokter Moewadi Solo sampai saat ini oleh kedua orang tuanya belum diberi nama. Hanya pada kedua pergelangan tangannya diberi nama Eka 1- Eka 2, sesuai dengan nama ibunya.

Menurut rencana, Sabtu (21/10) ini bayi tersebut akan dipindah ke ruang intensif, di lantai dasar berdampingan dengan ruang ICU.

''Pemindahan dari ruang semula kamar bayi berisiko tinggi ke ruang PICU/NICU, dilakukan agar terisolisasi dan tidak berhubungan dengan orang luar,'' kata Humas RSUD Dokter Moewardi, Jamian SH.

Sesuai dengan rencana, dari RSUD setempat yang disampaikan oleh Wakil Direktur RSUD Bidang Pelayanan Medis, dokter Tri Lastiti Widowati SP Rm Kes, untuk penentuan apakah bayi siam tersebut akan dipisahkan atau tidak akan dibentuk tim.

Dalam rapat Jumat pagi kemarin di ruang sidang yang dipimpin Direktur RSUD, dokter Mardiatmo, telah dibentuk tim khusus penanganan bayi siam tersebut dan telah ditunjuk Iskandar, dokter spesialis anak, untuk menjadi ketua tim.

Dokter Iskandar ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, saat ini sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui lebih jelas sejauh mana kondisi bayi tersebut; juga sarana, perawatan, serta stabilisasi bayi tersebut. Hasil pemeriksaan medis tersebut, akan menentukan langkah berikutnya.

Menurutnya, tim terdiri atas berbagai unsur yang melibatkan berbagai bidang medis. Di samping unsur spesialis kebidanan, juga akan melibatkan anastesi, bedah anak, bedah digestif, dan sepesialis anak.

''Belum bisa dipastikan kapan akan dilakukan operasi pemisahan. Menunggu hasil kerja tim,'' jelasnya.

Infus

Bayi kembar siam yang lahir dengan berat badan 4,2 kg itu, kemarin masih berada di kamar bayi berrisiko tinggi, dan dijaga oleh dua perawat.

''Bobotnya naik atau tidak, belum diketahui, karena dengan kondisi bayi seperti sulit dilakukan timbang badan,'' kata perawat yang menjaga. Untuk kesehatan tubuh bayi, tidak diberi ASI (air susu ibu) atau cairan lainnya.

''Untuk konsumsi perkembangan dan kesehatan, bayi itu hanya diinfus,'' jelasnya.(P44-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA