logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Parsel Sah untuk Orang Duafa

SEMARANG- Menjelang Lebaran yang tinggal menghitung hari, Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jateng mengingatkan kembali kepada pejabat publik soal parsel Lebaran.

Ketua Umum DPW PKS, Arif Awaludin SHMHum dan Ketua Dewan Syariah, Ustadz Mahmud Mahfudz Lc memberikan pernyataan sikap mengenai hadiah semacam itu.

"Sudah menjadi rahasia umum Lebaran identik dengan parsel. Yang menjadi persoalan bukan pada parselnya, melainkan pada siapa yang diberi. Ketika parsel diberikan kepada pejabat publik atau seseorang yang memegang kekuasaan, wewenang, atau penentu kebijakan, pemberian itu sangat dikhawatirkan penuh dengan kepentingan dan akan memengaruhi kebijakannya," kata Arif.

Mahmud menambahkan, jika parsel diberikan kepada orang yang tepat atau betul-betul membutuhkan seperti kaum duafa, keluarga, sahabat, maka sah-sah saja sebagai hadiah.

Bahkan, dalam Islam sangat dianjurkan untuk saling memberi antarsesama dengan prinsip tahaddu tahabbu (saling memberi hadiahlah niscaya kalian saling mencinta).

Sebagai upaya antisipasi, PKS telah menginstruksikan kepada seluruh kader PKS yang menjadi pejabat publik, baik eksekutif maupun legislatif, untuk tidak menerima parsel.

PKS memperbolehkan shodaqoh atau pemberian hadiah kepada mereka yang berhak dan membutuhkan, tanpa diikuti motif lain.(H7,G17-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA