logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Jurus Membuka Hati Arifin Ilham


SM/Rukardi BERZIKIR: Ustad Arifin Ilham memimpin ribuan umat Islam berzikir di Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (19/10) malam. (57v)

"Subhanallah, walhamdulillah, walailaha illallah, wallahu Akbar" LANTUNAN kalimat thayyibah membahana di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis (19/10) malam. Sekitar tiga ribu orang melafalkannya, meski dengan tempo lamban namun terjaga. Seperti gerimis yang turun di luar, kalimat pujian itu pun terasa menyejukkan.

Ya, malam itu tengah berlangsung acara zikir dan doa yang diselenggarakan Majelis Qolbun Salim. H Arifin Ilham memimpin umat berzikir, menyebut dan mengingat asma Tuhan. Ustad dari Majelis Az Zikra Jakarta itu duduk bersila di pengimaman. Dengan pengeras suara, dia menuntun hati umat untuk mengenal lebih jauh kesejatian diri dan zat Tuhan Allah Azza Wajalla.

Dalam khusyuk zikir, tak terasa air mata pun berlinang. Bagai kunci gembok, bacaan-bacaan itu membuka mata hati, mengingatkan akan diri yang kuyub oleh dosa. Lalu ujung-ujungnya, mengakui kemahasucian Allah, satu-satunya zat yang pantas dipujikan manusia.

Penyesalan demi penyesalan pun terungkap. Dalam hal itu ekspresi jamaah yang hampir seluruhnya mengenakan pakaian putih-putih terlihat beragam.

Ada yang cuma berdiam diri atau terisak-isak, ada pula yang menangis histeris dengan tubuh berguncang-guncang.

Ustad Arifin memang piawai mengajak umat mendekat kepada Tuhan. Dalam hal itu, dia bagai punya jurus membuka hati. Suaranya yang serak-serak basah dengan intonasi yang lembut mendayu, mampu mengantar orang yang mendengar kepada kesadaran, bahwa tidak ada ilah selain Allah, dan memuncak kepada pengakuan keesaan-Nya. Innaka 'ala kulli syai'in qodir (sesungguhnya Engkau (Allah) berkuasa di atas segala sesuatu-Red). Kepala mereka tertunduk. Hati dan pikiran terpusat kepada Ilahi Rabbi.

Tawadu makin memuncak, seiring Arifin Alham mengupas nama dan makna 99 asmaulhusna.

"Ya Salam, Ya Salam, Ya Salam, Ya Salam, Ya Salam," lantun Arifin Ilham dengan suara tersendat oleh tangis yang tertahan. Tangannya sesekali menengadah, lalu tak lama kemudian menggenggam. Tak lupa, malam itu Arifin meminta kepada Allah agar jamaah diselamatkan dari siksa api neraka. Diselamatkan dari hisab, dan dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW. Tiada keindahan bagi mereka, kecuali diizinkan oleh Allah untuk memandang wajah Nabi, yaitu wajah kekasih Allah.

"Ya Nabi salam alaaika. Ya Rasul salam alaaika. Ya Nabi salam alaaika. Salawatullah alaaika," ucap Arifin penuh khusyuk.(Karyadi, Rukardi-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA