| Sabtu, 21 Oktober 2006 | NASIONAL |
Mariani-Mariati Makin MandiriBERBICARA tentang kembar siam, pastilah kita tidak akan lupa dengan Mariani-Mariati. Bayi kembar siam yang diangkat anak Drs H Sumaryoto, anggota Komisi V DPR RI tersebut, kini telah berusia dua tahun lebih. Ani dan Ati, panggilan akrabnya, sudah bersekolah. ''Mereka sekarang sudah sekolah di sekolah Kak Seto di kompleks Atrium Senen. Aktivitasnya juga seperti layaknya anak-anak seusianya, tapi mereka lebih mandiri,'' kata Sumaryoto, semalam. Menurut dia, yang dimaksud mandiri adalah sudah bisa makan sendiri tanpa bantuan suster yang mengasuhnya. Ani dan Ati juga tidak merepotkan bila diajak bepergian. ''Dia sudah tidak ngompolan lagi. Bila saya bilang nanti jangan mengompol, ya mereka menurut. Tidak mengompol. Jadi kalaupun bepergian tanpa harus didampingi suster ya mereka sudah bisa, jadi kita nggak kerepotanlah.'' Belajar Sendiri Yang menarik bagi Mariani-Mariati, menurut Sumaryoto, adalah pandai menyerap kata-kata baru yang tidak pernah diajarkannya. Dan, penggunaan kata-kata tersebut juga pas dalam sebuah percakapan. ''Si kembar itu sering mengatakan satu sama lain atau mengomentari sampai menasihati. Misalnya, eh jangan makan yang manis-manis nanti sakit gigi lo. Saya ya gumun karena saya merasa nggak pernah mengajari. Tapi kok mereka juga pas mengatakannya,'' katanya. Dan, seperti anak kembar pada umumnya, Mariani dan Mariati juga ingin semuanya serba sama. Hal itu terbukti saat Suara Merdeka menelepon Sumaryoto, kebetulan keduanya juga diberi kesempatan bicara, mereka saling berebutan. Suasana pun jadi terdengar ramai dan salah satu di antara mereka ada yang marah dan menangis. ''Ya begitulah mas kalau satu menerima telepon, yang satunya pasti pengin terima telepon juga, akhirnya ya rebutan seperti tadi,'' katanya. Menurut dia, Mariani dan Mariati memang sengaja disekolahkan saat usia dini agar bisa bersosialisasi wajar sebagaimana anak-anak seumurnya. Mengenai perkembangan fisik Mariani-Mariati, Sumaryoto melihat wajar saja, bahkan bisa dikatakan selalu sehat. Dia mengaku, bila Mariati pernah mengalami kelainan jantung, yaitu jantungnya bocor. Dia juga pernah jatuh, sehingga semula sempat tertinggal perkembangannya dibandingkan Mariani. Namun kini keduanya sudah tumbuh normal. ''Berat badan keduanya sekarang lebih dari 12 kilogram, aktif, lincah, dan menggemaskan. Karena mereka tidak disusui ibunya, maka kita harus memberikan penggantinya yang nomor satu. Mereka dapat susu dan makanan yang nomor satu maka kesehatannya terjaga.'' Bila mau membedakan mereka, jelas Sumaryoto, bisa dilihat unyeng-unyengnya. Mariani punya satu, sedangkan Mariati unyeng-unyengnya dua. Lebaran nanti, Mariani dan Mariati akan ikut mudik ke Solo bersama Sumaryoto dan istri. ''Kalau mau ketemu Ani dan Ati bisa datang ke Solo,'' tuturnya. (Hartono Harimurti-46v) |