logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 KEDU & DIY
Line

Pos Lebaran Dilengkapi Gergaji Mesin

  • Untuk Antisipasi Pohon Tumbang

MAGELANG-Sejumlah pos pengamanan Lebaran, khususnya pos terpadu di wilayah Polwil Kedu, dilengkapi senso (gergaji mesin). Alat itu untuk mengantisipasi sewaktu-waktu ada pohon tumbang sehingga arus mudik terganggu.

Kapolwil Kedu Kombes Drs Isdiyono menerangkan, di wilayahnya penempatan gergaji mesin untuk menebang pohon sangat perlu. Sebab, daerahnya berbukit dan berkelok-kelok serta banyak pepohonan. Bisa jadi karena hujan deras atau angin ribut, banyak pohon tumbang sehingga lalu lintas mudik terganggu.

"Minimal di setiap polres terdapat sebuah posko yang dilengkapi gergaji mesin. Kecuali Polresta Magelang, karena daerah perkotaan, tidak perlu peralatan itu," tutur Kapolwil Kedu, Jumat (20/10), didampingi Kapolresta Magelang AKBP Drs Joko Lukito.

Sehari sebelumnya (19/10) Kapolwil didampingi Kepala Bakorwil II Kedu-Surakarta Drs Anwar W meninjau kesiapan pos pengamanan Lebaran di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Kebumen, dan Purworejo. Di wilayah Kedu didirikan 32 pos pengamanan Lebaran, termasuk posko terpadu yang melibatkan Dinas Kesehatan, dilengkapi ambulans, Dinas Perhubungan, Orari, Pramuka, dan Satpol PP.

Di samping meninjau kesiapan, Kombes Isdiyono juga menyaksikan gladi penanggulangan kemacetan lalu lintas. "Pada gladi itu polisi mengendarai sepeda motor mencari penyebab kemacetan serta cara mengatasinya," tuturnya.

Ditanya kesiapan jalan alternatif, dia menerangkan, khusus pada jalur selatan sudah disiapkan jalan selatan-selatan (Jalan Daendels) sebagai alternatif. "Bila jalan mulai dari Gombong padat, kami akan mengalihkan lewat jalan selatan-selatan. Di sepanjang jalan itu juga didirikan lima pos pengamanan Lebaran."

Pos pengamanan di Gombong juga selalu berkoordinasi dengan pos di wilayah Banyumas, untuk mengetahui kepadatan lalu lintas. Dengan cara itu bisa segera disiapkan jalur alternatif.

Untuk pemudik yang mengendarai sepeda motor, Polwil Kedu juga siap mengawal mereka agar aman di jalan. Pengawalan dengan sistem beranting sampai ke kota tujuan. Karena itu, pemudik bersepeda motor harus selalu dalam satu kelompok.

"Saya mengimbau para pemudik untuk ikut mengamankan dirinya, dengan cara menyiapkan kendaraan sebaik mungkin serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kecelakaan biasanya diawali dari melanggar rambu. Selain itu, polisi akan bekerja semaksimal mungkin melayani pemudik." (P60-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA