logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 KEDU & DIY
Line

Pengamanan Tebing Luk Ulo Membutuhkan Dana Besar

KEBUMEN - Eksekutif, DPRD dan asosiasi penyedia jasa konstruksi harus duduk bersama menyikapi turunnya Daftar Isian Pelaksanaan Proyek Dana Alokasi Khusus yang nilainya cukup besar. Demikian dikemukakan anggota Komisi C DPRD Kebumen Ir Sri Hari Susanti MM.

Ia menyebutkan, Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penanganan bencana mencapai Rp 56 miliar.

''Pelaksanaan fisik proyek tersebut bisa dilaksanakan tahun 2007,'' kata Sri Hari Susanti saat mendampingi Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua FKB Drs H Mahrur Adam Maulana MPdI di Rumah Makan Sari Bundo, Jl HM Sarbini, Kamis petang lalu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kebumen Miftahul Ulum mengakui, pengajuan dana oleh Pemkab Kebumen ke Pemerintah Pusat memang cukup besar.

Dana tersebut teralokasi untuk penanganan bencana tsunami, banjir dan tanah longsor, termasuk anggaran sektor pendidikan.

Miftahul mengusulkan, Pemkab, penyedia jasa, serta DPRD perlu berhitung dengan waktu. Sebab, pelaksanaan proyek tersebut berkisar sekitar enam bulan. Belum lagi faktor cuaca atau musim pancaroba yang sebentar lagi diikuti turun hujan.

Dia mengharapkan semua pihak bisa membahas pelaksanaan proyek tersebut secara cermat dan matang. Percepatan proyek-proyek dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk bencana alam itu harus dilakukan. Namun tetap harus melalui perencanaan matang, tanpa mengabaikan prosedur dan kualitas.

Proyek Irigasi

Seperti diberitakan, Panitia Anggaran DPR RI menyetujui usulan dana rehabilitasi bencana bagi Kabupaten Kebumen Rp 42 miliar. Namun angka tersebut belum pasti dan terus bertambah hingga mendekati Rp 56 miliar untuk beberapa sektor.

Bupati Dra Hj Rustriningsih MSi Rabu lalu ke Jakarta menerima Daftar Isian Pelaksanaan Proyek Dana Alokasi Khusus dari Departemen Keuangan. Namun belum jelas, penanganan proyek bencana itu dilaksanakan tahun ini, atau tahun 2007.

Salah satu proyek yang butuh dana besar adalah pengamanan tebing Sungai Luk Ulo, dengan prioritas pangamanan tebing makam Kelurahan Kebumen, Kelenteng Kong Hwie Kiong, serta tanggul sepanjang DAS Luk Ulo sampai Kecamatan Buluspesantren.

Miftahul menyatakan, tender proyek tidaklah masalah. Satu paket proyek butuh waktu lelang sekitar tiga bulan. Namun waktu efektif pelaksanaan fisik tinggal tiga bulan. Semestinya proyek tersebut bisa dilaksanakan tahun 2007.

Dia mencontohkan proyek pengamanan tebing Sungai Luk Ulo. Proyek tersebut idealnya dikerjakan di musim kemarau atau musim kering, sehingga pekerjaan bisa maksimal. Dia tak bisa membayangkan bagaimana teknisnya, seandainya konstruksi dikerjakan saat banjir. (B3-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA