logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 KEDU & DIY
Line

Asyiknya Mudik Bersama Pedagang Jamu

SUASANA ceria dan bahagia menyelimuti ratusan keluarga pedagang jamu se-Jabotabek, ketika Rabu (18/10) pulang ke daerahnya naik bus gratis. Kegembiraan keluarga pedagang jamu itu terasa memuncak, saat bus yang mereka tumpangi bergerak keluar meninggalkan arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) menuju tempat kelahiran mereka.

Mudik gratis yang digelar PT Sido Muncul tersebut hingga tahun ini sudah ke-17 kali. Bahkan, untuk memuaskan sekaligus menghibur pedagang jamu dan keluarganya, Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul, mendatangkan bintang iklan jamu yang berpabrik di Desa Klepu, Ungaran.

Para pedagang jamu yang hendak pulang ke daerah asal masing-masing itu makin senang, karena merasa diperhatikan oleh tiga menteri yang melepas kepulangan mereka dengan 212 bus. Yaitu Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dr Meutia Farida Hatta Suwasono, dan Menristek Pusmayanto Kadiman. Juga dilepas oleh Direktur Utama (Dirut) Pertamina Widya Purnama.

Sejumlah bintang iklan Sido Muncul pun turut melepas mereka, antara lain Ikang Fauwzi, Anna Maria, Roy Martien, Cici Paramida, Nunung, Timbul, Subronto Laras, Maya dan Mulan (personel Ratu), Chrisjhon, Wyne Prakoso, Rhenald Kasali, dan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi.

Lebih dari 1.500 penjual jamu dan keluarga tampak bahagia. Kebahagiaan mereka tambah komplet ketika bisa bertemu langsung dengan para artis Ibu Kota dan Mbah Maridjan yang kini bergabung dengan bintang iklan jamu tersebut.

Untuk menceritakan kisah mereka selama di perjalanan, Sugiarto (wartawan Suara Merdeka) yang mengikuti perjalanan itu mencoba menceritakan kisahnya.

Program Mudik Gratis yang digelar PT Sido Muncul dan kini sudah sampai yang ke-17 kali itu memang cukup bermanfaat bagi pedagang jamu di Jabotabek.

Para pedagang jamu gendongan dan keluarganya itu diangkut dengan 212 bus Hiba dan disediakan 10 bus cadangan. Tujuan mereka paling banyak adalah Solo dan Wonogiri.

''Kula medak Wonogiri, bade wangsul tilik keluarga (Saya turun di Wonogiri, mau pulang menjenguk keluarga),'' kata Poniman yang sehari-hari jualan jamu di daerah Kampung Mlayu.

Solidaritas Kuat

Selama di perjalanan, ada sesuatu yang menarik. Ternyata, solidaritas mereka cukup kuat dan kental. Sepertinya mereka satu keluarga besar yang sedang hendak menengok saudara di daerahnya.

Keceriaan makin tambah meriah dengan hadirnya Mbah Maridjan yang turut melepaskan keberangkatan mereka ke daerah masing-masing. Kalau selama ini mereka hanya bisa menyaksikan Mbah Maridjan lewat layar kaca, sekarang bisa melihat langsung orang tua itu di Jakarta dengan penuh ceria.

Setelah melihat Mbah Maridjan, mereka (pedagang jamu) langsung menyerbu juru kunci Gunung Merapi itu. Orang tua itu pun kewalahan memenuhi permintaan para pemudik untuk bersalaman dan foto bersama. ''Wis to..wis to...aku ki kesel (Sudah..sudah saya ini capai),'' kata Mbah Maridjan.

Tampaknya kehadiran Mbah Maridjan menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang selama ini hanya mendengar namanya. Terbukti, selama di perjalanan pulang mereka masih saja membicarakan juru kunci Gunung Merapi itu. ''Baru kali ini aku bisa bertemu Mbah Maridjan,'' kata Ny Sutini, penjual jamu asal Wonogiri yang senang setelah bersalaman dengannya.

Demikian pula Slamet yang sehari-hari berjualan jamu di kawasan Setia Budi, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan juru kunci Gunung Merapi itu. ''Selama ini saya hanya bisa melihat di televisi, tidak tahunya sekarang bisa bertemu langsung,'' katanya. ''Meskipun sudah tua, ternyata masih kuat,'' tambahnya.

Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat sebelum berangkat mengaku senang karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk memberikan kebahagiaan kepada masyarakat kecil yang selama ini hidup gigih di Jakarta.

Mudik gratis yang digelar Sido Muncul itu pada awalnya hanya memberangkatkan 17 bus. ''Pada awalnya kami hanya memberangkatkan 17 bus, tetapi tahun ini atas kemurahan Tuhan mampu memberangkatkan 212 bus,'' jelas Irwan.

Orang nomor satu di PT Sido Muncul itu hanya bisa berdoa, semoga pada tahun-tahun mendatang masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberangkatkan lebih banyak pemudik lagi.

''Selama ini kami bekerja sama dengan perusahaan bus Hiba. Bus ini kami kontrak pulang-pergi,'' ujarnya.

Dari 212 bus itu, yang berangkat ke Cirebon 65 bus, Kuningan 19 bus, Tegal 15 bus, Banjarnegara 20 bus, Solo 53 bus, dan Wonogiri 40 bus. ''Semua bus kami berangkatkan dari PRJ,'' tambahnya. (Sugiarto-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA