logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 21 Oktober 2006 EKONOMI
Line

Penjualan Ponsel Meningkat 20%

SEMARANG- Dorongan sebagian masyarakat untuk tampil beda dengan produk baru saat merayakan Lebaran berdampak pada meningkatnya penjualan ponsel khususnyahandphone high end (berteknologi tinggi). Hal itu diungkapkan oleh Direktur Smart Phone, Michael dan Marketing Prima Phone, Seni kepada Suara Merdeka, secara terpisah, kemarin.

Michael mengungkapkan, penjualan handphone meningkat sekitar 20% bila dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan itu mulai terasa sejak awal Oktober 2006. Adapun produk yang paling banyak diminati konsumen adalah PDA phone jenis biasa (Rp 1,5 juta) dan menengah (berkisar Rp 5 jutaan).

"Menjelang Lebaran memang selalu terjadi peningkatan penjualan handphone. Tren seperti itu sudah berlangsung sejak 3 tahun yang lalu," tuturnya.

Peningkatan penjualan itu, menurut dia, juga dipengaruhi karena masyarakat sudah menerima uang Tunjangan Hari Raya (THR). "Dengan THR itu, mereka akan membeli handphone high end yang sudah lama diidam-idamkannya. Handphone jenis itu lebih dipilih demi untuk menaikkan gengsi mereka ketika bertemu sanak saudara ataupun teman-teman di desa," jelasnya.

Dia menuturkan, PDA jenis biasa diminati oleh konsumen yang ingin mencoba-coba menggunakan PDA. PDA jenis itu hanya dapat digunakan untuk operator CDMA. Sementara PDA kelas menengah yang digunakan untuk operator GSM banyak diburu konsumen karena harganya yang relatif terjangkau. Selain itu, harga PDA kelas menengah memang terus menurun seiring dengan munculnya produk-produk baru lainnya. "Yang paling membedakan kedua jenis PDA itu adalah kecepatan processor dan ukurannya. PDA kelas menengah memiliki kecepatan yang lebih cepat serta ukurannya juga lebih kecil sehingga terlihat lebih cantik," jelasnya.

Fasilitas Kamera

Seni menuturkan, handphone baru lebih diminati konsumen dibandingkan jenis second (bekas). Perbandingannya memang tidak terlalu mencolok yaitu 60%:40%. "Penjualan mulai meningkat sejak 2 minggu menjelang Lebaran. Baik produk baru maupun bekas yang paling laku terjual adalah yang memiliki fasilitas kamera. Produk baru yang paling diminati adalah harganya berkisar Rp 1,8 juta-Rp 4 juta. Sedangkan untuk produk bekas, harganya berkisar Rp 3 juta," ungkapnya.

Sementara itu, dengan telah diluncurkannya layanan 3G di Semarang juga ikut mendongkrak angka penjualan handphone di Smart Phone dan Prima Phone menjelang Lebaran. "Banyak konsumen yang menanyakan handphone yang dapat digunakan untuk layanan 3G. Harga handphone jenis itu memang masih mahal yaitu berkisar Rp 8 juta," tutur Michael.(H10-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA