| Sabtu, 21 Oktober 2006 | BANYUMAS |
SEMARAK RAMADHANIktikaf di Masjid Al FitrohPeserta Iuran untuk Biaya Santap SahurSEPULUH hari yang terakhir pada bulan Ramadan, dianjurkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Iktikaf atau berdiam di masjid dengan melakukan serangkaian ibadah pada malam hari hingga pagi harinya lagi menjadi pilihan sebagian orang. Untuk memfasilitasi warga masyarakat yang hendak beriktikaf, Yayasan Al Ukhuwah, Kabupaten Banjarnegara menyediakan sejumlah anggotanya di Masjid Al Fitroh, depan Pasar Kota Banjarnegara. Setiap malam selepas shalat tarawih berjamaah, telah berkumpul warga masyarakat yang sebagian juga anggota Yayasan Al Ukhuwah, di masjid tersebut. Iktikaf dimulai dengan kajian atau pengajian yang mengupas sebuah tema. Biasanya, tema-temanya adalah tema yang ringan-ringan namun kerap dilupakan oleh umat. Dengan kemasan yang renyah dan mudah dicerna, pengajian yang biasanya dipandu oleh seorang ustad tersebut mampu memberikan tambahan pengetahuan sekaligus ibadah bagi peserta iktikaf. "Setelah kajian yang diikuti seluruh peserta iktikaf, acara dilanjutkan dengan aktivitas ibadah pribadi bagi yang ingin menunaikan. Jika ada yang ingin istirahat, diperbolehkan," kata Koordinator Panitia Iktikaf dari Yayasan Al Ukhuwah Puspo Ikhwandoko. Pada pukul 02.00, panitia membangunkan peserta atau warga yang tengah tidur untuk melaksanakan shalat malam dan melaksanakan ibadah lainnya pada sepertiga malam yang akhir. Aktivitas tersebut dilakukan hingga waktu santap sahur. "Peserta iktikaf ini iuran untuk biaya santap sahur dan kami dari panitia ada yang telah menyiapkannya. Semuanya dilakukan dengan patungan atau swadaya. Namun, terasa lebih nikmat dan tenteram," ujarnya. Berdoa Setiap bulan Ramadan, Yayasan Al Ukhuwah memfasilitasi warga yang ingin beriktikaf di masjid. Biasanya ibadah itu dilaksaakan di Masjid An Nur, sebelah barat Alun-alun Kota. Namun, di masjid tersebut kini tengah ada aktivitas pembangunan sehingga pelaksanaan iktikaf di pindah di Masjid Al Fitroh. Dalam kajian Kamis (19/10) malam kemarin, ustad Hafidz Nurkholis mengupas tentang doa dan keutamaan berdoa pada bulan Ramadan. Dia mengimbau jamaah untuk memanfaatkan setiap waktu pada bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Berdoa pada bulan yang penuh berkah dan ampunan adalah saat yang paling utama. Supaya doa yang dipanjatkan itu bisa terkabul maka harus didukung dengan amalan yang saleh. Bulan Ramadan memberikan kesempatan dan kemudahan yang sangat luas bagi umat untuk bisa melakukannya. Karena itu, jangan disia-siakan kesempatan tersebut. (M Syarif SW-55n) |