SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 20 Oktober 2006

- Dua tahun sudah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla berjalan. Inilah momentum untuk mengevaluasi kinerjanya. Mengevaluasi dan kemudian memberi masukan sangatlah penting untuk perbaikan ke depan, sebab pemerintahan ini masih akan berjalan tiga tahun lagi. Hampir tidak mungkin dijatuhkan karena telah dipilih langsung oleh rakyat kecuali terjadi pelanggaran konstitusi.

- Untuk mengeluarkan zakat pun dibutuhkan keteladanan. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para menterinya yang beragama Islam utuk memenuhi kewajiban membayar zakat 2,5 persen, hal itu harus dimaknai bukan sebagai sikap riya' (pamer) bahwa dia telah mengeluarkan zakat, melainkan untuk memberikan tuntunan yang sudah sepatutnya. Kewajiban agama yang sudah gamblang memang sering mudah diabaikan.

ZAKAT sebagai instrumen ekonomi untuk memberdayakan mereka yang tidak mampu (powerless), setiap tahun sekali ditunaikan oleh kaum muslim yang kaya (aghniya'), tampaknya belum atau tidak ada korelasinya secara signifikan dengan pengurangan angka kemiskinan.

KEMISKINAN merupakan masalah nasional yang cukup berat yang dihadapi oleh Indonesia. Berganti-ganti pemerintahan selalu saja tidak mampu mengatasi masalah tersebut secara tuntas. Semenjak pemerintahan yang dipimpin oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono,

Ibu saya, Ny Tjokrodihardjo punya rumah di Desa Nangsri, Kelurahan Srihardono Kecamatan Pundong, Bantul Yogyakarta yang ditempati sampai hari tuanya. Saya anak satu-satunya tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Beberapa tahun terakhir ibu saya sakit-sakitan dan tetirah ke Depok hingga akhirnya meninggal.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA