|
|
- Dua tahun sudah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla
berjalan. Inilah momentum untuk mengevaluasi kinerjanya. Mengevaluasi dan
kemudian memberi masukan sangatlah penting untuk perbaikan ke depan, sebab
pemerintahan ini masih akan berjalan tiga tahun lagi. Hampir tidak mungkin
dijatuhkan karena telah dipilih langsung oleh rakyat kecuali terjadi pelanggaran
konstitusi.
|
 |
- Untuk mengeluarkan zakat pun dibutuhkan keteladanan. Ketika Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para menterinya yang beragama Islam
utuk memenuhi kewajiban membayar zakat 2,5 persen, hal itu harus dimaknai
bukan sebagai sikap riya' (pamer) bahwa dia telah mengeluarkan zakat,
melainkan untuk memberikan tuntunan yang sudah sepatutnya. Kewajiban agama
yang sudah gamblang memang sering mudah diabaikan.
|
 |
ZAKAT sebagai instrumen ekonomi untuk memberdayakan mereka yang
tidak mampu (powerless), setiap tahun sekali ditunaikan oleh kaum
muslim yang kaya (aghniya'), tampaknya belum atau tidak ada korelasinya
secara signifikan dengan pengurangan angka kemiskinan.
|
 |
KEMISKINAN merupakan masalah nasional yang cukup berat yang dihadapi
oleh Indonesia. Berganti-ganti pemerintahan selalu saja tidak mampu mengatasi
masalah tersebut secara tuntas. Semenjak pemerintahan yang dipimpin oleh
Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo
Bambang Yudhoyono,
|
 |
Ibu saya, Ny Tjokrodihardjo punya rumah di Desa Nangsri, Kelurahan Srihardono
Kecamatan Pundong, Bantul Yogyakarta yang ditempati sampai hari tuanya.
Saya anak satu-satunya tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Beberapa tahun
terakhir ibu saya sakit-sakitan dan tetirah ke Depok hingga akhirnya
meninggal.
|
|