logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 PANTURA
Line

Bazar Kebutuhan Pokok

Beras 5 Kuintal Habis dalam Setengah Jam

BEGITU acara dibuka, ratusan warga langsung menyerbu beras yang dijual pada bazar kebutuhan pokok yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tegal, di halaman Sanggar Pramuka Jalan Hang Tuah, Kamis (19/10).

Suasana itu terlihat sesaat setelah Wali Kota Tegal Adi Winarso SSos membuka kegiatan tersebut pukul 09.00. Dalam "penyerbuan" sekitar setengah jam itu, lima kuintal beras yang disediakan pun ludes.

Ya, maklum saja beras kualitas medium jenis C4 yang dijual siang itu lebih murah dari harga di pasar atau di supermarket. Panitia menjualnya Rp 3.900/kg. Padahal, di pasar pada umumnya Rp 4.200/kg.

Selain beras, gula, dan minyak goreng juga memantik minat beli warga. Gula dijual dengan harga Rp 5.600/kg, lebih murah Rp 100-Rp 200 dibandingkan dengan harga pasar. Minyak goreng yang tersedia hanya dalam kemasan satu liter, dijual dengan harga Rp 6.800/kemasan. Harga di toko atau supermarket biasanya Rp 6.850.

Pasar rakyat yang digelar hanya sehari, mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 itu memang menyediakan barang-barang kebutuhan pokok dan tambahan lain dengan harga miring.

"Kami mendatangkan barang langsung dari distributor, sehingga bisa lebih murah dibandingkan dengan harga pada umumnya," ujar Kepala Disperindagkop UKM, HM Fanany di sela-sela kegiatan.

Pas-pasan

Selain beras, gula, dan minyak goreng, bazar juga menjual barang-barang lain seperti otak-otak tengiri, nugget ikan, bakso, mi instan, teh, kerupuk, dan telur asin. Pakaian dan sarung pun tersedia. "Tujuan kami membantu masyarakat dengan penghasilan pas-pasan untuk memperoleh barang-barang tersebut," ujar Fanany.

Nuryati (53), warga Jalan Sepat, tampak memanfaatkan betul bazar yang diadakan tak jauh dari tempat tinggalnya itu. Dia membeli gula, teh, minyak goreng, dan mi instan.

"Saya biasanya membeli kebutuhan dapur di warung terdekat. Selisihnya sampai Rp 500 kalau dibandingkan dengan harga di sini," ujar dia, saat ditemui seusai berbelanja.

Warga lain, Sumirah (60), yang tinggal di Jalan Tawes, terlihat menenteng tiga kilogram gula pasir. Biasanya dia membeli gula di warung dengan harga Rp 5.800/kg. (Siti Kholidah-65s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA