logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 OLAHRAGA
Line

Perpanjangan Sunar dan Alex Beres

MALANG-Manajemen Arema berhasil mengikat empat personel yang sebelumnya dikabarkan bakal pindah. Mereka adalah libero Sunar Sulaiman, bek sayap Alexander Pulalo dan Erol FX Iba, serta striker Marthen Tao.

Perpanjangan Sunar dan Alex sudah beres, karena telah menandatangani kontrak. Sedangkan Marthen Tao telah menyepakati jumlah, namun belum terjadi penandatanganan. Untuk Erol, penandatanganan kontrak menunggu dirinya kembali dari lawatan timnas ke China.

Dengan demikian dari 10 pemain domestik lama yang kontraknya habis musim ini, tinggal stoper Warsidi dan kiper Ahmad Kurniawan yang belum jelas kepastiannya. Empat lainnya, yaitu Aris Budi Prasetyo, Kurnia Sandy, Leo Soputan dan Firman Utina dipastikan mundur. Leo dan Firman sudah pasti bergabung ke Persita Tangerang yang kini kembali dipoles Benny Dollo.

"Manajer Persita sudah kontak langsung dengan Arema berkaitan penyelesaian urusan administrasi dua pemain itu," ujar Humas M Taufan, kemarin.

Pola Latihan

Untuk Kurnia dan Aris, secara legal kedua pemain itu masih terikat kontrak dengan Arema sampai akhir November, meski pada musim depan tak lagi bersama ''Singo Edan''.

"Saya awalnya memang masih melihat pola latihan yang diberikan pelatih baru, karena itulah saya tidak buru-buru mundur ataupun menandantangani perpanjangan kontrak. Tapi akhirnya saya tetap memilih di sini, apalagi sudah merasakan tiga gelar juara. Mudah-mudahan impian juara kompetisi bisa terlaksana," kata Sunar.

Ia menepis penilaian banyak pihak yang menyebutkan dirinya akan memperkuat PSM Makassar atau Persmin Minahasa. "Saya masih senang di Malang, sepanjang manajemen masih membutuhkan tenaga saya, jelas saya akan dahulukan Arema."

Bagi Marthen Tao, alasan tetap di Malang karena ia dan keluarganya memang suka dengan kota ini sekaligus klubnya. "Ada memang yang meminta saya bergabung, di antaranya Persipura. Tapi, tidak ada alasan untuk tidak bertahan di sini. Apalagi sudah ada kesepakatan dengan manajemen dan tinggal tanda tangan kontrak saja," kata pria asal Sorong itu.

Berduka

Sementara itu, keluarga besar Arema dan Aremania dirundung duka. Mantan manajer Ir H Gandi Yogatama, Rabu lalu, meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dalam pelukan putra sulungnya, Mohammad Amoeng Prayoga. Ia terkena stroke dan serangan jantung.

Saat masih aktif, pria kelahiran Malang, l4 Agustus 1951 ini biasa terlihat mondar-mandir di bangku cadangan dengan rokok di tangannya. Karena ingin lebih intens menangani sepak bola, dia lebih memilih pensiun dini sebagai pegawai negeri di Pemerintah Kota Malang. Padahal jabatan yang disandangnya adalah Kepala Bappeda Pemkot.

Dari penuturan Amoeng, Minggu usai buka puasa Gandhi akan mengambil air wudu di kamar mandi, namun tiba-tiba terjatuh. Oleh keluarganya, langsung di bawa ke RSSA. Dia meninggal setelah dirawat tiga hari.(jo-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA