| Jumat, 20 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
Piala Asia 2007Dana Kendala Renovasi StadionJAKARTA-Tuntutan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno diselesaikan akhir Desember, bukanlah hal mudah. Pihak direksi ternyata belum memperoleh investor baru yang menjadi pelaksana perbaikan. Menurut konsultan renovasi Ir Timmy Setiawan, janji pengerjaan bisa diselesaikan akhir tahun sebenarnya justru pernyataan direksi. ''Kalau melihat perkembangan kita cukup optimistis seluruh proses pengerjaannya bisa diselesaikan Desember, walau harus dikerjakan siang dan malam,'' katanya kepada wartawan, Rabu lalu. Dia menyebutkan, permasalahan terbesar dalam penyelesaian tetaplah menyangkut dana. Proses pengerjaan tahap kedua disebutnya membutuhkan biaya yang tidak kecil. ''Kalau menyangkut dana saya no comment, tetapi berharap pihak direksi bisa segera memperoleh investor baru,'' lanjutnya. Direksi semula bermitra dengan PT Kadi. Dari kebutuhan dana seluruhnya Rp 88 miliar, direksi menyediakan sekitar Rp 50 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan oleh PT Kadi. Namun, PT Kadi sejak dua bulan lalu mengundurkan diri. Tinggal Satu Pengerjaan lalu dilanjutkan oleh tiga kontraktor. Saat ini tinggal satu, yaitu Intraco. Dua kontraktor lainnya, Jotun dan Totalindo, sudah menarik diri. Janji penyelesaian dikemukakan kepada utusan khusus AFC yang Selasa lalu datang ke Jakarta guna meninjau kesiapan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah Piala Asia 2007. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi tempat pertandingan perempat final, satu semifinal dan final. (wgm-22) |