| Jumat, 20 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
KONI Semarang Bagikan InsentifSEMARANG- Menjelang Lebaran, KONI Kota Semarang memberikan insentif kepada sejumlah atlet berbakat. Pemberian tunjangan hari raya (THR) itu dalam rangka memacu semangat mereka untuk lebih meningkatkan prestasi. Wakil Ketua Umum I KONI Semarang Arief Moelia Edie yang memberikan bantuan pada tujuh atlet dari sejumlah cabang olahraga itu mengatakan, pihaknya akan memberikan bimbingan secara profesional dan pendidikan formal. Karena itu, dia menyesalkan jika ada atlet yang terpaksa mengorbankan sekolah. ''Jangan sampai berhenti sekolah. Kalau memang ada kesulitan nggak bisa melanjutkan pendidikan, bilang saja ke KONI. Nanti bisa didiskusikan,'' ujarnya kepada para atlet muda di Kantor Wakil Wali Kota Mahfudz Ali yang juga Ketua Umum KONI Semarang itu, kemarin. Arief menyayangkan Tasmak UH (18), atlet tinju yang memenangi satu medali perak dan satu perunggu di Kejuaraan Tinju Piala Bupati Sukoharjo, karena meninggalkan sekolahnya. Pemuda kelahiran Lampung itu mengaku hanya lulus SMP dua tahun lalu dan memilih tak melanjutkan lantaran kekurangan biaya. Kondisi Keuangan Kepada pengurus, pengidola petinju Marco Antonio Barrera itu menuturkan, kondisi keuangan keluarganya yang hanya buruh tani membuat dia sulit untuk melanjutkan sekolah. Meski demikian, jika ada kesempatan melanjutkan pendidikan formal, anggota Sasana Bank Buana itu ingin tetap sekolah. Selain Tasmak, atlet panjat tebing Sugeng Riyadi Mustofa (9), siswa kelas 3 SD Bendan Ngisor 1-2 juga mendapatkan bantuan. Daftar atlet yang mendapatkan bantuan adalah Ajeng Anindya dan Rudra (sepatu roda), Tasmak UH dan Akasa Rambing (tinju), Sugeng Riyadi dan Hadi Nugroho (panjat tebing), serta Kanan (atletik). Penghargaan prestasi diberikan dengan kriteria medali emas Rp 1 juta, perak Rp 750.000 dan perunggu Rp 500.000. (H12, H9-31) |