logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 NASIONAL
Line

SOSOK

Minta Maaf


SM/dok

SERING kali manisnya kekuasaan bisa membuat pemiliknya terlena. Tidak kurang, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufik Kiemas mengakuinya. Karena itu, dia merasa perlu meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Mengapa suami mantan presiden Megawati Soekarno Putri itu merasa perlu meminta maaf? Menurut dia, saat PDI-P menang dalam pemilu lalu dan istrinya terpilih menjadi Presiden RI, PDI-P justru mabuk kemenangan sehingga melupakan rakyat kecil.

''Saya minta maaf kalau selama Ibu Megawati menjadi Presiden RI, PDI-P justru mabuk. Bahkan karena tidak mengurusi rakyat, PDI-P dihukum oleh rakyat. Selain Ibu Mega gagal terpilih lagi menjadi presiden, PDI-P pun hanya bisa menjadi nomor dua pada Pemilu 2004. Semoga rakyat mau memaafkan PDI-P,'' harap dia.

Permintaan maaf itu disampaikannya dalam acara buka puasa dengan ratusan anak-anak pengamen jalanan yang tergabung dalam Gerakan Seniman Jalanan (GSJ) di Gor Bulungan Jakarta, Rabu (18/10) malam.

Sambil meminta agar rakyat tidak lagi menghukum PDI-P, Taufik berjanji akan membantu para anak jalanan dan pengamen yang tergabung dalam GSJ itu, terutama soal pendidikan. ''Kalian semua harus sekolah. Biayanya nanti biar kami urus,'' janji dia disambut sorak anak-anak jalanan yang hadir dalam acara tersebut. (Saktia Andri Susilo-49m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA