| Jumat, 20 Oktober 2006 | NASIONAL |
Aneka WartaPolisi Tembak Mati PerampokJAKARTA - Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati dua kawanan perampok karena berusaha merebut senjata api polisi saat akan ditangkap di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis dini hari. Kedua tersangka yang telah terlibat enam kali kasus perampokan di wilayah hukum Polda Metro Jaya itu adalah Edy dan Madafa, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Kamis. "Polisi terpaksa menembak ke arah badan karena saat akan ditangkap Kamis dini hari, ia malah melawan dan berusaha merebut senjata yang dibawa petugas," kata Ketut. (ant-64) Tol Surabaya-Gempol Aman SURABAYA - Kondisi jalan tol Surabaya-Gempol, khususnya ruas Porong-Gempol, aman dari kemungkinan luberan lumpur panas PT Lapindo Brantas. Hingga kemarin, perbaikan jalan serta penguatan dan peninggian tanggul, masih terus dilakukan. Meski demikian, Kasubag Pengaturan Lalu Lintas dan Keselamatan PT Jasa Marga cabang Surabaya-Gempol Stefanus Prasetyo mengatakan, kepadatan arus lalu lintas belum terlihat di ruas jalan tol. Kemungkinan pengguna jalan lebih memilih jalur reguler Surabaya-Porong. Mereka khawatir jika sewaktu-waktu tanggul penahan lumpur panas itu jebol. (G14-46m) PNS Mulai Mangkir BANDUNG - Makin mendekati Lebaran, PNS yang bekerja di lingkungan Pemprov Jabar di Gedung Sate banyak yang mangkir. Gubernur Jabar Danny Setiawan yang menggelar apel pagi "kebakaran jenggot". Sebab jumlah yang tidak hadir pada apel itu mencapai 50% dari 1200-an pegawai. "Terus terang saya kecewa. Jangan hanya saat menerima THR saja terlihat ramai. Namun setelah menerima, responsnya seperti ini. Kalian kan sudah diberi fasilitas agar bekerja optimal. Kalau begini, tidak adil namanya," ujar dia di hadapan peserta apel pagi, kemarin. Sekitar 15 menit, orang nomor satu di Jabar itu menumpahkan unek-uneknya. Dia menilai perilaku para pegawai yang mangkir itu tidak mendukung niatnya menjadikan Jabar sebagai provinsi termaju. "Kalau seperti itu, berarti hidup kita sedang fiktif," tutur Danny. (dwi-46m) |