| Jumat, 20 Oktober 2006 | NASIONAL |
Kapolda: Awas Pelemparan Kereta Api
TEGAL - Pelemparan terhadap kereta api harus diwaspadai, sebab dapat menyebabkan kerusakan kereta dan mengakibatkan penumpang terluka. Untuk itu, polisi akan meningkatkan patroli di daerah rawan agar kejadian itu dapat diantisipasi. "Meski pelemparan batu yang dilakukan anak-anak itu hanya pelan, ketika kereta api melaju, sama saja lemparan tersebut menjadi keras dan cepat. Karena itu, hal ini perlu diwaspadai," ujar Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan di sela-sela peninjauan pos pengamanan arus mudik di depan Stasiun Kota Tegal, Kamis (19/10). Terakhir, pelemparan batu terhadap kereta api yang menimbulkan korban itu terjadi Selasa malam (17/10) lalu. Korban adalah Siti Aisah (24), warga RT 2 RW 2, Kelurahan Tunon, Nomor 14 Kecamatan Tegal Selatan, mahasiswi Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes). Saat itu, korban sedang menumpang Kereta Api (KA) Kaligung Bisnis. Akibat kejadian tersebut, bibir Aisah terluka dan empat giginya tanggal. Menurut Kapolda, upaya menekan kejadian seperti itu dapat dilakukan melalui patroli dan imbauan kepada masyarakat di daerah yang dinilai rawan pelemparan batu. Bahkan, bila perlu diterapkan tindakan tegas kepada para pelaku, meskipun anak-anak. "Memang tidak ada anggota khusus yang ditugaskan, namun itu merupakan tugas personel pengamanan Lebaran," ucapnya. Antisipasi Tawuran Dalam kesempatan itu, Kapolda mengecek kesiapan petugas dalam pengamanan Lebaran. Ia didampingi Kapolwil Pekalongan Kombes Manahan Daulay dan Kapolresta Tegal AKBP Iwan A Ibrahim. Kapolda memerintahkan anggotanya untuk mengantisipasi aksi pencopetan, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian motor, percaloan, penipuan tiket, dan peredaran uang palsu. Para personel juga diperintahkan untuk menertibkan becak dan angkot di depan stasiun. Kapolda kemudian melanjutkan kunjungannya dengan memantau persiapan pengamanan arus Lebaran di pos Alun-alun Kota Brebes dan pos perbatasan di Cisanggarung, Losari. Rombongan Kapolda juga memantau sejumlah pasar tumpah yang dinilai rawan kemacetan, seperti Pasar Bulakamba dan Losari. Mengenai antisipasi tawuran, Dody mengatakan, berbagai upaya telah dilaksanakan aparat di tiap polres. Selain menerjunkan anggota, dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendeteksi secara dini faktor pemicu tawuran. "Kami mengajak tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat desa bekerja sama untuk menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan bentrok antarwarga itu," ungkapnya. (H17,bs-65n) | ||||