| Jumat, 20 Oktober 2006 | NASIONAL |
Mendiknas Tak Sangka Voucher Agung Laksono BermasalahJAKARTA - Bantuan pendidikan dalam bentuk voucher yang diberikan lewat DPR, kini berbuntut. Mendiknas Bambang Sudibyo tidak menyangka bantuan itu justru akan runyam. "Saya bermaksud menghentikan bantuan lewat DPR," ujar dia, seusai buka bersama di Gedung A Depdiknas Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, baru-baru ini. Bantuan dalam bentuk voucher itu dititipkan Depdiknas kepada Ketua DPR Agung Laksono yang tengah menjalankan Safari Ramadan beberapa waktu lalu. Empat sekolah swasta mendapatkan bantuan tersebut, yakni 1 SMA mendapat Rp 150 juta, 2 SMP mendapat Rp 150 juta, dan 1 SD Rp 200 juta. Sekolah yang mendapatkan voucher itu dikelola oleh Yayasan Kosgoro. "Voucher itu untuk sekolah yang diberikan lewat DPR melalui kunjungan kerja. Karena timbul permasalahan, saya setop saja," kata Bambang. Dia mengaku heran mengapa hal itu dipermasalahkan. Sebab sebelum menjadi menteri, kegiatan semacam itu sudah dilakukan. Dibantah Sementara itu, munculnya kabar miring bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) kecipratan untung terkait dengan bantuan voucher pendidikan kepada sekolah, dibantah Bambang Sudibyo. "Keliru sama sekali. Belum pernah Depdiknas memberikan voucher kepada Soetrisno Bachir (Ketua Umum PAN)," ujar dia. Menurut dia, Soetrisno Bachir belum pernah turun ke bawah untuk menyampaikan voucher. "Itu belum pernah," kata dia. Dia juga meluruskan bahwa bantuan dari departemen sama sekali tidak ada yang mengucur ke partai. "Nggak ada alokasi dana ke partai. Saya sudah ngomong ke media, yang menulisnya tidak benar itu," ujarnya. (dtc-46n) |