| Jumat, 20 Oktober 2006 | NASIONAL |
Drogba Akhiri Penantian Dua Tahun
LONDON - Menjadi penentu kemenangan Chelsea atas Barcelona, Didier Drogba mengaku senang. Ia lega karena penantiannya selama dua tahun berakhir. Drogba menjadi penentu kemenangan Chelsea, setelah golnya di menit ke-47 memenangkan The Blues 1-0 atas salah satu rivalnya di Eropa itu. Menerima umpan dari Ashley Cole, Drogba mengecoh Carles Puyol. Setelah sekali kontrol ia melepaskan tendangan sambil memutar badan, dan bola pun bersarang di sisi kiri gawang Victor Valdes. ''Saya hanya menjalani apa yang tim inginkan yakni meminta saya bermain baik dan mencetak lebih banyak gol,'' tuturnya seperti dikutip Yahoo Sport. Gol tersebut menjadi gol keempatnya di Liga Champions musim ini. Namun yang istimewa buat striker Pantai Gading ini, gol itu merupakan yang pertama ke gawang Barca. ''Saya sudah menantikan gol itu selama dua tahun. Soalnya tidak mudah mencetak gol ke gawang Barcelona,'' akunya. ''Pada kesempatan pertama saya menerima kartu merah (pada pertandingan pertama hingga absen di pertandingan kedua-red). Tahun lalu sulit mencetak gol karena saya di bangku cadangan,'' ucapnya. Pada kesempatan yang sama Drogba juga mendedikasikan gol tersebut untuk seorang perempuan mantan karyawan Chelsea yang meninggal karena kecelakaan mobil. ''Ia pernah bekerja untuk Chelsea. Gol hari ini saya dedikasikan untuk keluarganya,'' tandasnya. Dengan torehan empat gol, untuk sementara Drogba menjadi top scorer Liga Champions musim ini. Ia saat ini juga menjadi top scorer Chelsea di Premiership. Kemenangan Kedua Gol tunggal Drogba terjadi pada menit kedua babak kedua, yang dimulai ketika ia menerima umpan dari Ashley Cole dan berhasil melepaskan diri kepungan pemain belakang Barcelona. Bagi Chelsea dan Barcelona, pertemuan tersebut adalah untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun secara beruntun di Liga Champions dan Chelsea unggul 2-1. Kemenangan Barcelona terjadi Maret lalu dalam perjalanan menuju tangga juara. Pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge itu berlangsung cepat dan menghibur meski tidak memberikan drama dan kontroversi seperti pada pertemuan sebelumnya. Chelsea mendapatkan peluang terbaik pada babak pertama ketika Drogba yang bekerja sama dengan Michael Essien, berhasil menaklukkan kiper Victor Valdes, tapi pemain belakang Barcelona, Rafael Marquez berhasil menyapu bola. Barcelona yang belum pernah kalah di Liga Champions sejak ditaklukkan 2-4 Chelsea di Stamford Bridge di pertandingan perempat-final dua tahun lalu, mulai memperlihatkan kelas mereka sebagai juara bertahan dengan menguasai lapangan tengah. Akibatnya, Chelsea yang menghadapi krisis kiper karena dua kiper utama mereka cedera setelah pertandingan Liga Inggris menghadapi Reading, Sabtu, terpaksa bermain dengan mengandalkan serangan balik. Kiper Hilario yang merupakan kiper ketiga, tampil tidak mengecewakan ketika ia berhasil menggagalkan peluang lawan pada menit ke-24 dengan memblok tendangan keras Lionel Messi. Beberapa menit kemudian, Messi kembali merepotkan kiper berusia 30 tahun yang menggantikan Petr Cech dan Carlo Cudicini itu. Seperti terdorong oleh penampilan Hilario yang meyakinkan, Chelsea tampil lebih agresif pada babak kedua dan kemudian memetik hasil dengan terciptanya gol Drogba. Chelsea sebenarnya berpeluang memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-58 Frank Lampard dan Drogba melakukan serangan balik, tapi tendangan Shevchenko terlalu melebar. (ant,rtr,28) | ||||