logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Bayi Kembar Siam Lahir di Solo

Menangis dan Diam secara Bergantian


SM/Bambang Seto KEMBAR SIAM: Bayi kembar siam atau omphalofagus dari pasangan Tarip Arianto-Eka Sri Handayani, penduduk Mojosongso, Solo dirawat di kamar bayi risiko tinggi RSUD Dokter Moewardi. (30n)

Bayi kembar siam (omphalofagus) atau lengket dinding perut, lahir di Solo. Bagaimana kondisinya? Berikut laporannya. ANAK pertama pasangan Tarip Arianto (26)-Eka Sri Handayani (25), lahir selamat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Moewardi Surakarta, Rabu petang pukul 17.50. Kedua bayi dengan berat total 4,2 kg itu, saat ini dirawat di kamar bayi risiko tinggi rumah sakit setempat.

''Bayi itu lahir lewat operasi Cecius saecaria. Proses kelahirannya hanya memakan waktu satu setengah jam,'' ungkap dokter Wuryatno Sp Og yang menangani kelahiran si kembar.

Dari balik boks kaca transparan, bayi-bayi itu nampak bergerak lincah, terutama kedua tangan si kembar yang bergerak bergantian dan seolah-olah minta digendong. Saat menangis pun, hanya salah satu atau bergantian. Seolah-olah, mereka meminta untuk dimanjakan.

Kelahiran bayi kembar siam itu merupakan peristiwa kedua di RSUD Dokter Moewardi. Kembar siam pertama lahir pada awal April 2006. Kepala bayi-bayi itu dempet. Namun sayang, mereka hanya bisa bertahan hidup satu jam.

Menurut dokter Wuryanto yang didampingi Wakil Direktur RSUD Bidang Pelayanan Medik Dokter Moewardi dokter Tri Lastiti Widowati Sp Rm MKes dan Ketua SMF dokter Tri Budi Wuryanto Sp Og, ibu si kembar saat hamil 18 minggu telah memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Saat diperiksa dengan USG, ternyata bayi yang dia kandung kembar siam.

''Setelah mengetahui bahwa bayi yang dikandung itu kembar siam, ibu itu tidak muncul lagi,'' tutur dia.

Namun, menurut dokter Wuryanto, setelah kandungan berusia 39 minggu, Nyonya Eka muncul kembali di RSUD Dokter Moewardi Solo. Akhirnya dilakukan proses kelahiran dengan operasi Cecius saecaria,'' ungkapnya.

Semula, RSUD memprogramkan bayi lahir Kamis19/10 kemarin. Namun ternyata, Rabu sore, sudah buka 3 cm dan operasi langsung dilaksanakan. Dari hasil pemeriksaan ultrasonograp, terlihat kulit luar perut kedua bayi itu menempel. Karena itu, harus ada optimalisasi tindakan.

Menurut dokter Tri Lastiti Widowati, tindakan selanjutnya pasti akan sampai pada tahap operasi pemisahan. Untuk keperluan itu, akan dibentuk tim dengan anggota antara lain ahli bedah anestesi, anat, digesti, dan spesialis kebidanan.

Tarip Arianto, ayah bayi kembar siam itu mengaku sejak pemeriksaan pertama dengan dokter Wuryatno, sudah tahu bahwa istrinya mengandung bayi kembar siam.

''Saat itu, saya dan istri sempat shock, sehingga tidak berpikir untuk kembali memeriksakan diri lagi,'' ungkap dia.

Dia juga mengaku pasrah mengenai kelanjutan penanganan kedua bayinya itu dan berharap RSUD akan menggelar operasi pemisahan secara baik.

''Mengenai biaya, saya sudah mengurus ke kelurahan dengan Kartu Askeskin'' jelas dia.(Bambang Seto-64m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA