logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 SEMARANG
Line

Sebaiknya Hindari Kali Tenggang

SEMARANG- Para pemudik yang melintasi Jalan Kaligawe disarankan menghindari lokasi proyek jembatan Kali Tenggang. Sebab, bila sewaktu-waktu frekuensi arus lalu lintas meningkat bisa terjebak kemacetan.

Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Darto Juhartono mengatakan, lokasi tersebut rawan kemaceran, karena penyempitan ruas jalan dari dua jalur empat lajur menjadi satu jalur dua lajur. Sementara, arus lalu lintas berlawanan arah.

''Agar lancar sebaiknya pemudik yang memasuki Jalan Kaligawe tidak melalui lokasi proyek jembatan Kali Tenggang,'' ujar Darto Juhartono, seusai memantau kesiapan Pospam di Penggaron, Kamis (19/10). Pihaknya telah menyiapkan pola pengaturan arus lalu lintas secara buka-tutup dan jalur alternatif bila terjadi kemacetan di Kali Tenggang dan kantung parkir.

Salah satu jalur alternatif untuk solusi Kali Tenggang adalah di Jalan Arteri Utara Yos Sudarso. Jalan itu diperuntukkan bagi kendaraan yang hendak memasuki kota dari timur. Bila lalu lintas padat tetapi tidak macet, pihaknya hanya akan menempatkan anggota untuk mengatur secara manual.

''Tetapi, sejak pagi sampai siang ini (kemarin-Red) tidak sampai macet. Arus lalu lintas dari barat ataupun timur cukup lancar,'' tutur dia.

Gelap

Dia mengakui, suasana Jalan Kaligawe bila malam cukup gelap. Hal tersebut sangat berbahaya bagi pemudik atau masyarakat pengguna jalan lain. Padahal, pada dua jalur itu dipisah dengan kondisi ruas jalan yang tingginya tidak sama. Karena itu, dia telah mengusulkan kepada instansi terkait agar segera memasang lampu yang memadai.

Selain itu, pihaknya bersama petugas Dishub telah memasang barikade barier untuk memisahkan dua arah yang berbeda.Hasil pantauan di lapangan, memang tidak terjadi kemacetan berarti di sekitar proyek jembatan Kali Tenggang. Petugas Dishub dan polisi mengawasi di bawah Jembatan Tol Muktiharjo.

Sebuah gazon yang terdapat papan pengumuman berisi imbauan bagi pengguna jalan agar tidak melewati lokasi proyek, telah dipasang.

Pengumuman tersebut dipasang di tengah ruas jalan yang dilalui kendaraan dari timur. Kendaraan berat yang hendak memasuki kota disarankan melalui Jalan Arteri Yos Sudarso atau jalan tol.

Namun sayang, papan yang dipasang itu bersifat darurat. Hal tersebut terlihat dari isi pengumuman yang secara redaksional bukan diperuntukkan bagi pengendara yang hendak melewati lokasi proyek. Namun, untuk semua kendaraan berat yang hendak memasuki Jalan Kaligawe. (G5-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA