| Jumat, 20 Oktober 2006 | EKONOMI |
Disiapkan, Minyak Tanah 2.680 Kiloliter
SEMARANG- Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV siap memenuhi kebutuhan minyak tanah rumah tangga di beberapa kota yang mengalami kelangkaan. Bila kebutuhan tersebut dinilai mendesak, maka Operasi Pasar (OP) akan dilakukan dengan mengoptimalkan peran agen minyak tanah bekerja sama dengan Pemda setempat. Selama ini, pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis itu disesuaikan dengan kebutuhan rata-rata per bulan masyarakat. General Manager Pertamina UPMS IV, Sinung Drajat, mengatakan kelangkaan minyak tanah di beberapa daerah seperti Kendal dan Surakarta lebih disebabkan kepanikan pembelian yang dilanjutkan dengan upaya penimbunan oleh masyarakat. Tindakan ini menunjukkan masyarakat yang belum dewasa. Di sisi lain, penyaluran BBM bersubsidi ini juga dikenai batas kuota, sehingga Pertamina tidak bisa sekenanya mendistribusikan dalam jumlah melebihi batas yang telah ditentukan. Tahun 2006 ini kuota minyak tanah Jateng-DIY sebanyak 1.295.006 kiloliter dengan kebutuhan rata-rata per bulan 107.917 kiloliter. "Untuk OP minyak tanah, kami telah menyetujui usulan 27 pemkab/pemkot dengan jumlah total 2.680 kiloliter sebagai persiapan Ramadan dan Idul Fitri," katanya kepada wartawan, Kamis (19/10). Ia menjelaskan, upaya untuk menjamin kelancaran distribusi BBM di Jateng-DIY. Di antaranya mengupayakan stok BBM yang cukup dan selalu tersedia di instalasi Pengapon Semarang dan 5 depot, yang terdiri dari Depot Cepu, Rewulu, Tegal, Maos, dan Depot Cilacap. Sektor Transportasi Selain minyak tanah rumah tangga, persiapan BBM menghadapi Idul Fitri ini juga dilakukan pada sektor transportasi, yakni premium dan solar. Instalasi dan depot-depot menyediakan pasokan BBM ke SPBU-SPBU dengan menambah waktu pelayanan dan tetap buka pada hari libur resmi. SPBU yang berada di jalur strategis, seperti Jalur Pantura dan Jalur Selatan, diinstruksikan beroperasi penuh 24 jam. (H22-59) |