| Jumat, 20 Oktober 2006 | EKONOMI |
Paket Wisata Idul Fitri Sulit TerjualSEMARANG- Biro Perjalanan Wisata mengeluhkan paket liburan Idul Fitri masih belum banyak terjual meski kini sudah H-7. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak orang memesan perjalanan wisata jauh-jauh hari. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang rendah. Selain itu, masing-masing instansi swasta maupun pemerintah memiliki hari libur yang tak sama. Andreyanto Herlambang, Direktur Kartika Tour and Travel, memperkirakan ada penurunan jumlah peserta perjalanan wisata pada liburan Idul Fitri dibandingkan tahun lalu sekitar 20%. Namun bila dibandingkan hari-hari biasa, lonjakannya bisa sampai dua kali lipat. "Reservasi perjalanan wisata hingga kini menunjukkan tren yang kurang bergerak," katanya Selasa (17/10). Momen libur Idul Fitri tahun ini, Kartika menawarkan paket wisata Bali Tour yang dijual Rp 850.000/orang, Jakarta-Bidadari Island Tour (Rp 975.000/orang), dan Karimunjawa Tour (Rp 550.000/orang). Selain itu, perusahaan itu juga menjual paket wisata ke Singapura melalui Batam. Dari ketiga paket itu yang paling banyak diminati adalah paket Bali Tour. Luar Jateng Hal senada diungkapkan Bambang Setyono, Direktur Java Nusa Tours. Selama ini pihaknya lebih banyak melayani wisatawan dengan daerah tujuan ke luar Jateng, terutama Bali. Hal ini dikarenakan Bali sebagai tempat wisata populer serta berbagai fasilitas layanan lebih lengkap, seperti hotel, rumah makan, dan lainnya. Berbeda dengan tempat-tempat lainnya, banyak usaha justru tutup pada saat lebaran. Kondisi demikian tidak mendukung sebagai tempat wisata. Untuk menjaring wisatawan lebih banyak lagi, pihaknya bekerja sama dengan biro perjalanan wisata lainnya, terutama agen-agen lokal di Bali, Jakarta, Bandung, dan Makassar. Per paket, biasanya ditarik biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Kalau diperhatikan, jumlah peminat wisata dari tahun ke tahun semakin berkurang," katanya. (H22-59) |