| Jumat, 20 Oktober 2006 | EKONOMI |
Dana Pengadaan Benih Pangan Deptan Rp 1,2 TriliunJAKARTA- Hingga saat ini tingkat penggunaan benih bermutu di kalangan petani masih sangat rendah. Bahkan sekitar 61 persen petani lebih memilih benih hasil budidayanya sendiri, daripada membeli benih berkualitas yang akan meningkatkan hasil panennya. Oleh sebab itu, Departemen Pertanian (Deptan) menyediakan anggaran Rp 1,2 triliun untuk bantuan pengadaan benih bermutu bagi petani pada 2007. "Bantuan petani itu untuk pengadaan benih padi, jagung, dan kedelai. Yang terbesar padi mencapai Rp 800 juta," kata Dirjen Tanaman Pangan Deptan, Sutarto Alimuso, di Jakarta, Kamis. Menurut Sutarto, dengan bantuan benih bermutu tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas tanaman. Bantuan tersebut diharapkan mampu mencakup areal tanam seluas 8,5 juta ha padi, 2,5 juta hektare jagung dan 600 ribu ha untuk kedelai. Meskipun begitu, tambah Sutarto, Deptan tidak akan melarang petani yang memperoleh bantuan tersebut untuk menggunakannya sebagai bibit sesuai pilihan mereka. Namun demikian diharapkan mereka menggunakan benih bermutu dan varietas unggul. Menyinggung penggunaan benih padi hibrida untuk meningkatkan produktivitas tanaman, dia mengakui tidak menutup kemungkinan. Namun diingatkan tetap memperhatikan pergiliran tanam untuk menghindari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). ' Padi Hibrida Sementara itu PT DuPont Indonesia (DPI), produsen benih di tanah air siap memasarkan padi hibrida Pioneer PP1 pada awal 2007 dan PP2 awal 2008 mendatang dengan volume masing-masing 100 ton. Manajer Bisnis PT DPI, Mardahana, menyatakan PP1 memiliki sejumlah keunggulan yakni hasil panen mencapai 10,4 ton gabah kering giling (GKG) per hektare selain itu kualitas beras dan nasi sangat baik atau pulen, sehingga sesuai ditanam di Jawa . Sedangkan padi hibrida jenis PP2, tambahnya, selain memiliki potensi hasil yang tinggi juga mempunyai sifat tahan kering sehingga cocok ditanam saat musim kemarau atau pada sawah tadah hujan. "Benih padi hibrida ini nantinya diproduksi di dalam negeri yakni dari pabrik kami yang ada di Kabupaten Malang, Jawa Timur," katanya. Selain padi DuPont juga menyiapkan benih jagung hibrida yang dikembangkan oleh 9.000 petani binaannya. Per tahun benih jagung yang dihasilkannya 5.500 ton yang disebar ke seluruih Jawa, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sumbawa, Riau, dan Aceh. (wa-59) |