logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Oktober 2006 BANYUMAS
Line

Setengah Jam, Dua Kuintal Beras Ludes

KONDISI ekonomi masyarakat yang masih terpuruk tergambar jelas dalam suasana pasar murah yang digelar Pemkab Banjarnegara di Joglo Utara Alun-alun, kemarin. Barang kebutuhan pokok berharga murah langsung diserbu masyarakat.

Sejak pagi hari, masyarakat sudah menjejali joglo utara, yang biasanya dipakai untuk upacara. Sayuran, minyak goreng, beras, kue kering untuk Lebaran, pakaian, daging, dan bermacam jenis bumbu-bumbu dapur tersedia di pasar dadakan tersebut, semuanya berharga di bawah harga pasar.

Dari sekian banyak barang dagangan di pasar itu, pakaian, sayuran, dan sembilan bahan pokok diminati pengunjung. Mereka merasa lebih diuntungkan dengan pasar tersebut, apalagi bagi para pegawai di lingkungan Setda Banjarnegara dan sejumlah kantor di kompleks alun-alun.

Lima Kilogram

Kerumunan pembeli yang membuat repot para penjual ada di bagian sembako, terutama penjual beras murah. Meski sudah membatasi setiap transaksi maksimal 5 kilogram, namun tetap saja mereka dibuat repot dengan akal cerdik pembelinya.

"Bu, tadi kan sudah dapat lima kilo. Sekarang ini giliran yang lain dahulu. Kasihan nanti, yang lain tidak kebagian," ungkap Mashuri, pedagang beras dari KUD Selamanik, Karangtengah, Banjarnegara. Namun, perempuan paro baya yang dihadapinya tak bersedia menyerah begitu saja.

"Ini bukan untuk saya, tapi untuk anak saya kok. Saya tahu memang tadi sudah dapat lima kilo, tapi ini titipan anak saya. Bisa ya, ini langsung saya bayar," katanya sembari menyodorkan kresek dan uang Rp 20 ribuan.

Harga beras di pasaran untuk jenis IR 64 kini mencapai Rp 4.000 per kilogram. Di pasar murah harga beras tersebut dijual seharga Rp 3.500 per kilogramnya. Meski hanya selisih Rp 500, namun itu sudah cukup bagi masyarakat untuk beralih membeli di pasar murah.

"Sayang, cuma boleh beli lima kilo saja," gerutu perempuan itu sembari berlalu.

Tak berapa lama, Mashuri yang dibantu oleh rekannya, Darsono, sudah mulai memberesi dagangnya. Mereka hanya membutuhkan waktu setengah jam saja dari pukul 10.30 untuk menghabiskan dua kuintal beras yang mereka bawa. (M Syarif SW-55h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA