SUARA MERDEKA
 
INDEKS SALA Kamis, 19 Oktober 2006

SOLO - Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkot Surakarta patut bergembira menyusul turunnya Keputusan Gubernur Jateng No 910/738/2006. Dalam surat tentang evaluasi rancangan Perda Kota Surakarta tentang Perubahan APBD 2006 yang turun kemarin itu, salah satunya menyatakan bantuan THR bagi karyawan Pemkot bisa dicairkan.

SOLO - Penyelenggaraan operasi pasar minyak tanah di Kelurahan Jagalan, Rabu (18/10), nyaris ribut. Sebab, agen pemasok minyak yang datang lima jam lebih awal menolak puluhan warga yang berniat membeli minyak tanah. Meski warga yang datang sebelum pukul 12.00 itu menunjukkan kupon pembelian, agen pemasok tetap menolak, dengan alasan minyak sudah habis.

BOYOLALI - Mulai Januari 2007, pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Boyolali akan digratiskan. Hal ini sudah disepakati dalam rapat Panitia Anggaran APBD Boyolali 2007. Dengan pembebasan biaya kesehatan dasar, seluruh biaya operasional pelayanan kesehatan di semua puskesmas akan ditanggung Pemkab yang nilainya sekitar Rp 3 miliar. ''Ini bukti rakyat miskin mendapat perhatian,'' ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali Adha Nur Mujtahid SE di kantornnya, siang kemarin.

BOYOLALI - Pengiriman daging sapi dari Boyolali ke ke daerah lain seperti Sukoharjo, Solo, dan kota lain di Jawa Tengah menjelang Lebaran lancar dan tidak terpengaruh oleh daging glonggongan. Setiap hari daging Boyolali yang dikirim ke Sukoharjo rata-rata 1,5 ton dan langsung diterima oleh jagal, kendati Pemkab Sukoharjo melarang warganya membeli daging asal Boyolali. 

BOYOLALI - Kekeringan di Kabupaten Boyolali dilaporkan meluas sampai ke kecamatan yang sebelumnya tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, warga di berbagai desa Kecamatan Ampel, yang biasanya mudah mendapatkan air, kini terpaksa mengangsu ke berbagai umbul air. Bila sampai awal November belum turun hujan, sumber mata air akan menyusut, sehingga debit air berkurang.

SRAGEN - Polwil Surakarta mulai menempatkan personel penembak jitu dari Kompi Brimob, Grogol di beberapa titik yang rawan aksi bajing loncat, perampokan kendaraan, dan masuknya pelaku teror. Personel bersenjata lengkap itu akan ditempatkan di lima titik perbatasan jalur utama arus mudik baik jalur selatan maupun utara.

SOLO - Warga Karang Taruna Joglo RT 01/RW 10 Kadipiro, Banjarsari, akan menggelar hajat unik sepak bola api. Menurut penggagasnya, Mayor Haristanto, sepak bola api itu terbuat dari buah kelapa kering dibakar dijadikan bola dan dimainkan oleh 50 anak. Permainan unik tersebut digelar di jalan aspal, sebelah barat kampus UNISRI, Kamis (19/10) pukul 20.00. Tujuannya, untuk menghibur masyarakat. (P44-50h)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA