| Kamis, 19 Oktober 2006 | PANTURA |
Pemerintah Diminta Kendalikan Harga SembakoSLAWI - Menjelang Lebaran, harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Beberapa pembeli mengharapkan pemerintah mengendalikan harga di pasaran. Sebab, dikhawatirkan mendekati Lebaran mendatang harga cenderung meningkat. "Harapannya, harga dikendalikan sehingga masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok," kata Sutomo, salah seorang pembeli di Pasar Suradadi. Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Pengelola Pasar Kabupaten Tegal, Bambang Sudiyono mengakui akhir-akhir ini harga sembako mengalami kenaikan. Seperti di Pasar Suradadi, harga beras naik sekitar Rp 500/ kg dari Rp 3.500/ kg menjadi Rp 4.000/ kg. Begitu pula dengan gula, naik dari Rp 4.500 per kilogram menjadi Rp 5.000 per kilogram. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Mardjijono SH ketika ditemui di sela-sela sidak di Pasar Suradadi, Rabu (18/10) mengatakan, berdasarkan pemantauannya mulai dari Kendal, Batang, Pekalongan hingga Kabupaten Tegal, kenaikan harga sembako dinilai tidak terlalu besar. Untuk bahan-bahan dapur, kenaikan hanya Rp 100 - Rp 200/ kg. Barang-barang pabrikan belum naik, namun harga daging naik Rp 1.000 - Rp 2.000/ kg. Itu pun penjual masih akan mengikuti pembeli. "Kalau tidak ada kenaikan yang berarti akan kita lepas pada pasar. Namun jika terjadi kenaikan yang cukup signifikan kita akan adakan langkah-langkah operasi pasar," katanya. Siapkan Stok Lebih lanjut dia mengatakan, untuk menstabilkan harga tersebut, pihaknya sudah menyiapkan stok kebutuhan bahan pokok Lebaran yang mencukupi, seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya. "Minyak tanah juga tidak ada masalah, dan dari pertamina sudah siap," katanya. Setelah melakukan sidak harga sembako, Mardjijono SH kemudian ke Kota Tegal. Di Kota Bahari itu dia mengecek persiapan petugas di stasiun kereta api dan terminal Kota Tegal dalam menyambut pemudik. "Secara keseluruhan, jalur mudik sudah siap, tetapi yang perlu diperhatikan adanya beberapa pasar yang pedagangnya meluber hingga ke bahu jalan seperti Pasar Suradadi," ujarnya. Sementara itu, ketika melakukan sidak di Brebes, Mardjijono mengecek sejumlah pasar tumpah, yaitu di Pasar Induk Brebes dan Pasar Kecamatan Bumiayu. Selain itu, dia juga memantau arus mudik dari Pos Cisanggarung, Kecamatan Losari. Di tempat itu, Mardjijono mengecek kesiapan para petugas. (H3,H17,bs-29d) |