| Kamis, 19 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
Tiket SEA Games di Tangan RuwiyatiSEMARANG- Ruwiyati, pemegang rekor SEA Games nomor maraton, dipastikan lolos ke SEA Games XXIV/2007 di Thailand. Kepastian itu diperoleh setelah dia masuk finis urutan delapan dengan mencatat waktu 2 jam 47 menit 48 detik dalam lomba Maraton Asia di Beijing, Minggu (14/10) lalu. Juara lomba lari yang menempuh jarak 42,195 km itu direbut oleh Kim Kum Ok dari Korea Utara dengan catatan waktu 2 jam 35 menit 16 detik. Urutan kedua pelari asal China, Zang Shu Ying (2:36.48 detik), sedangkan juara III Oh Kyong Sun dari Korea Utara (2:36.48 detik). Catatan waktu yang dibukukan oleh tiga pelari tersebut sebenarnya masih di bawah rekor SEA Games milik Ruwiyati, yang dibuat di Chiang Mai 1995, dengan catatan waktu 2 jam 34 menit 29 detik. Dengan posisi kedelapan di Maraton Asia itu, mengantarkan kakak kandung Trianingsih ini menjadi pelari pertama yang lolos ke SEA Games XXIV/2007 Thailand. Lomba lari jarak jauh Asia tersebut merupakan salah satu ajang kualifikasi SEA Games untuk pelari - pelari dari Asia Tenggara. "Ruwiyati sempat lama absen setelah diisukan kena osteoporosis beberapa tahun silam. Jadi, prestasi itu sudah cukup baik. Hasil di China ini menjadikan Ruwiyati sebagai pelari pertama yang lolos ke SEA Games Thailand 2007 karena limit SEA Games adalah 2 jam 48 menit," jelas pelatih Alwi Mugianto di Bandara A Yani, petang kemarin. Setelah come back menjelang PON XVI/2004 Palembang, katanya, gadis berusia 27 tahun ini sudah mengalami peningkatan. Pada lomba Malang Maraton beberapa waktu lalu, dia hanya mencatat waktu 3 jam dua menit. "Sewaktu turun di Palembang, dia masih kelebihan berat badan (41 kg-red), sehingga hanya bisa meraih medali perunggu. Idealnya, dengan tinggi badan hanya 144 cm, Ruwi harus bisa menurunkan berat badannya sampai 36 kg. Sekarang, berat badannya masih 38 kg," tandasnya. Noce Matital Sementara di bagian putra, PB PASI yang mempercayakannya kepada Noce Matital dari klub PPT Migas Cepu, hanya menempati peringkat 14 Asia. Noce mencatat waktu 2 jam 34 menit 58 detik dari 3.268 pelari putra yang berhasil masuk finis. Pelari - pelari Jepang mendominasi dengan merebut dua gelar, yaitu juara atas nama Kenichi Kita (2:15.37 detik) dan juara III atas nama Yohei Sato (2:16.39 detik). Posisi kedua direbut oleh Mama Shayet Takhir dari Kazakstan, dengan catatan waktu 2:15.58 detik. Ketua Komisi Pembinaan PB PASI, Heri Sutiyono yang mendapingi Ruwi dan Noce mengagumi peralatan yang dipakai untuk mencatat waktu para pelari. Panitia menggunakan timing chip. "Jadi 424 atlet putri dan 3.268 putra yang masuk finis, semuanya tercatat di timing chip." Lomba Maraton Asia di Beijing juga dikemas menjadi kejuaraan maraton internasional. Untuk tingkat Asia hanya diambil juara I - VI, yang hanya menyediakan hadiah piala dan medali. Sedangkan untuk juara I - X internasional, mendapat hadiah uang, piala, dan medali. "Secara keseluruhan, Ruwiyati berada di urutan delapan Asia dan urutan 30 dunia. Noce urutan 14 Asia dan 64 internasional." (C16-40) |