logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Oktober 2006 OLAHRAGA
Line

Renault Tetap Target Juara

INTERLAGOS- Renault tetap akan bekerja keras agar bisa menjuarai Grand Prix F1 seri terakhir di Sirkuit Interlagos, Brasil, Minggu (22/10) depan.

Meski gelar juara dunia sudah hampir pasti berada di tangan pembalap mereka, Fernando Alonso -asal bisa menambah satu angka lagi- Renault tetap menginginkan pembalapnya berlomba dengan serius. Renault tidak ingin hanya bermain aman untuk mengunci gelar.

Di klasemen pembalap, Fernando Alonso berada di peringkat pertama dengan selisih 10 angka atas rival terdekatnya dari Ferrari, Michael Schumacher. Pemuda asal Spanyol ini cuma membutuhkan satu poin tambahan, atau finis urutan delapan, untuk memastikan gelar juara dunia keduanya.

Sementara di klasemen konstruktor, Renault unggul sembilan poin atas Ferrari. Kemenangan di Interlagos akan memastikan gelar juara mereka. Renault membutuhkan tambahan 10 poin dari duo pembalapnya, Alonso dan Giancarlo Fisichella untuk menjamin tempat mereka sebagai raja konstruktor. Jika mendapat tambahan 10 angka, berapapun poin yang dibukukan Ferrari tak akan ada gunanya.

Meski mengejar tambahan angka sebesar itu bukan sesuatu yang sulit bagi mereka, tim Flavio Briatore itu tidak akan berlomba dengan santai. Direktur Teknik Renault, Bob Bell, mengatakan bahwa timnya menginginkan gelar juara di seri pamungkas.

"Yang paling penting bagi kami adalah tidak mengubah apa pun, tidak ada tekanan untuk melakukan itu," kata Bell. "Kami menuju setiap balapan dengan tekad untuk meraih kemenangan. Kami akan melakukan hal yang sama di Brasil."

Pernyataan Bell untuk tidak melakukan perubahan dramatis tampaknya hanya berlaku untuk Alonso. Pada perkenalan sponsor baru, ING, di Amsterdam beberapa waktu lalu, Briatore mengungkapkan rencana mereka untuk tetap memakai mesin tipe lama hanya pada tunggangan Alonso.

Sementara Fisichella akan menggunakan mesin baru hasil pengembangan paling mutakhir. Mesin baru tersebut kabarnya bisa membuat mobil Renault melaju lebih kencang hingga 0,1 atau 0,2 detik per lap. Hanya, daya tahan mesin itu belum teruji.

"Kami memenangi balapan pertama dan terakhir tahun 2005, yang merupakan refleksi sesungguhnya dari usaha kami sepanjang tahun. Kami bertekad untuk mengulanginya tahun ini," tandas Bell.

Sesama Jerman

Langkah Renault plus dua pembalapnya, Alonso dan Fisichella, dipastikan akan mendapat perlawanan sengit dari Michael Schumacher. Schumi tentu akan berjuang ekstrakeras karena ingin meraih gelar juara dunia kedelapannya, sekaligus menutup kariernya dengan gemilang.

Apakah para pembalap lain, kecuali Alonso dan Fisichella, akan membantu Schumi mewujudkan impiannya?

Tiga pembalap asal Jerman, Ralf Schumacher, Nico Rosberg, dan Nick Heidfeld menegaskan mereka tidak akan mempermudah langkah pembalap Ferrari itu.

"Loyalitas saya untuk Toyota," tegas Ralf, pembalap Toyota yang adik kandung Schumi itu. "Saya pikir publik juga tidak ingin melihat rasa sayang pada saudara yang berlebihan di arena ini."

Senada dengan pembalap 31 tahun itu, pembalap Williams, Nico Rosberg, juga berjanji untuk tampil sebaik mungkin. "Saya akan sangat senang jika Michael memenangi gelar juara itu," katanya. "Tetapi saya tidak akan membiarkan siapapun meng-overtake saya."

Sementara Heidfeld mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengorbankan kemenangan pertamanya -jika nantinya berpeluang- hanya untuk membantu Schumi. "Saya tidak akan menyerahkannya meskipun untuk 10 juta dollar," tegasnya.

Schumi membutuhkan kemenangan di Interlagos untuk memastikan gelar juara dunia kedelapannya, plus sebuah syarat Alonso tidak meraih poin tambahan. (ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA