| Kamis, 19 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
Maman Dibayar Rp 800 JutaSEMARANG- Pemain-pemain PSIS terus diincar klub-klub peserta Liga Indonesia 2007. Salah satunya adalah Maman Abdurahman. Pemain terbaik Liga Indonesia 2006 ini dikabarkan ditawar Persik Kediri Rp 1,2 miliar. Namun, tawaran tersebut tidak menggoyahkan niatnya untuk bertahan membela skuad Mahesa Jenar. Padahal, kontraknya di Semarang lebih kecil. "Dia tetap memilih PSIS walau bayarannya Rp 800 juta. Jadi, uang bukan segalanya bagi pemain. Yang lebih penting adalah suasana tim dan kebersamaan. Itu yang membuat pemain betah di PSIS," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi dalam acara buka bersama wartawan di Bumbu Pawon. Acara tersebut juga dihadiri Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho, Manajer Operasional Ikhwan Ubaidillah, dan Asisten Manajer Pendanaan Jayanto Arus Adi. Meski tidak khawatir pemain yang sudah mencapai kesepakatan harga bakal termakan rayuan klub-klub lain, manajemen tim tetap melakukan antisipasi. Rabu kemarin, mereka memberikan uang panjar kepada 23 pemain yang sudah deal. Pemberian uang panjar tersebut juga disertai perjanjian. Jika pemain mengingkari kesepakatan dengan manajemen maka dia harus mengembalikan uang panjar tersebut 10 kali lipat. Disebutkan pula nilai kontrak dan cara pembayarannya. "Uang panjar itu untuk mengikat pemain agar tidak melakukan kesepakatan dengan klub lain. Setelah itu, pertengahan November baru akan kami lakukan penandatangan kontrak," terang Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho. Stadion Jatidiri Lebih lanjut mantan Manajer Tim PSIS Yunior itu menyatakan, latihan perdana akan dilakukan 14 atau 15 November. Tempatnya di Stadion Jatidiri yang masih dalam taraf renovasi. Setelah itu, latihan akan dilakukan di luar Semarang. "Latihan perdana tetap dilakukan di Stadion Jatidiri. Itu untuk mengobati kerinduan masyarakat Semarang pada PSIS," kata pria yang juga Wakil Ketua Gapensi Kota Semarang tersebut. "Dalam latihan perdana nanti, pemain yang hadir diperkirakan baru 80 persen. Pemain lain masih mengurus surat keluar dari klubnya," imbuhnya. Rencananya, Stadion Jatidiri akan direnovasi mulai 31 Oktober atau 1 November. Saat ini manajemen tinggal menunggu surat izin dari Pemerintah Provinsi Jateng sebagai pemilik. Tahap pertama, manajemen akan memperbaiki rumput. Itu berarti juga mengganti tanahnya yang terkenal keras. Pekerjaan tersebut membutuhkan biaya Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. "Dana tersebut bukan dari APBD Kota Semarang. Tapi akan dicarikan sponsor. Dana APBD khusus untuk tim," ujar Yoyok. "Renovasi tahap kedua baru akan menyentuh fasilitas pendukung seperti kamar ganti dan tribune. Itu akan menggunakan dana bantuan dari provinsi," tandas putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip tersebut. (H13, H29-22) |