| Kamis, 19 Oktober 2006 | WACANA |
Surat PembacaKorban Tabrak LariTanggal 24 September 2006 pukul 20.00 saya berencana besuk ibu ke RS Kariadi Semarang. Sampai di perempatan Milo kebetulan lampu bangjo menyala merah hingga saya berhenti. Saat lampu hijau saja berjalan tapi sampai di tengah perempatan Milo, tiba-tiba ada mobil dari arah barat belok ke Jl Kompol Maksum Peterongan. Saya coba menghindar tapi tidak sempat hingga mobil tersebut menabrak saya hingga jatuh dan motor hancur. Saya masih sadar ketika mobil warna gelap tersebut berhenti tapi kemudian tancap gas. Ada yang mengadangnya namun gagal karena takut tertabrak dan mobil melaju ke arah Peterongan. Seorang pengemudi taksi berusaha mengejar namun juga gagal. Beliau kemudian memberi identitas mobil yang menabrak yaitu K 9504... B. Mohon pengendara mobil bertanggung jawab atas tabrak lari. Saya tidak menuntut, namun minta diselesaikan secara kekeluargaan. Sampai sekarang cedera saya belum sembuh dan saya tahu Bapak adalah pejabat sehingga harus saling menghormati sesama pemakai jalan. Bambang AS (081 325289393) Brambang Rt 2/Rw 1 Karangawen, Demak *** Untuk Telkom/PLN Ketentuan pembayaran tagihan telepon/PLN paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Sebenarnya hal itu memberatkan aku dengan tanggungan 5 anggota. Aku baru mendapat uang pada tanggal 25 setiap bulannya. Untuk memenuhi pembayaran tanggal 20, jelas harus utang dulu meski tidak gampang. Solusinya tagihan keterlambatan kembali menjadi tanggal 25/bulan seperti dulu. Andai tidak bisa bayar karena membutuhkan biaya besar, biarlah aku membayar terlambat dengan denda asal ancaman sambungan dicabut ditiadakan. Adhianto Jl Mahesa mukti A36, Semarang *** Peci = Soekarno Ini pengalamanku saat ke luar negeri. Dengan rasa campur aduk seperti senang, heran, bangga, puas saat di Prancis, Seoul, Taipeh, Roma, aku yang pakai peci, jas dan dasi selalu disapa orang setempat yang aku tidak kenal dengan sebutan Soekarno atau Bali. Tapi tidak menyebut Indonesia. Feeling saya figur Bung Karno memang dikenal dan terkenal di negara mereka yang mungkin atas kepemimpinannya berani menentang kolonialis, neokolonialis, kapitalis, neokapitalis dan kaum feodal. Bahkan berani keluar dari keanggotaan PBB. Waktu itu yang ditekankan adalah sikap mandiri bangsa. Menurut beliau, negara kita tergolong makmur, punya lautan luas dan sumber daya alam yang menjanjikan seperti tambang minyak, batu bara, emas, tembaga, perak, perkebunan, karet, coklat, cengkeh, kelapa. Mengapa sikap mandiri tersebut tidak diteruskan oleh para penerusnya?. Bangsa yang mandiri harus berani prihatin, mengencangkan ikat pinggang, menggulung lengan baju, mengerem keinginan materi yang bersifat serba mewah. Oleh siapa, ya para penguasa atau pemimpin yang punya kesempatan berbuat korupsi. Mereka itu merugikan negara dan sama sekali lupa kepada apa maksud dan tujuan merdeka. Terserah, akankah bangsa ini memilih menjadi bangsa konsumtif atau mandiri.. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1,Semarang *** Mudik yang Aman Pada Idul Fitri banyak orang pulang kampung atau mudik yang merupakan tradisi dan sudah menjadi budaya. Saat mudik mungkin akan menghadapi beberapa hal yang bisa mengurangi ketenangan. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan selama mudik, di antaranya: - Saat meninggalkan rumah pastikan Ada telah mengecek listrik agar tidak terjadi hubungan arus pendek, kran air, kompor dan pastikan telah mengunci semua pintu/jendela. - Tinggalkan alamat dan nomor telepon tujuan mudik agar mudah dihubungi setiap waktu. - Jangan memakai perhiasan berlebihan sebab bisa mengundang kejahatan. - Jangan bawa uang banyak, seandainya terpaksa jangan disimpan pada satu tempat. - Periksa kendaraan menyeluruhan - Jangan memberi tumpangan kepada orang yang mencurigakan. - Bawa obat-obatan yang harus diminum, minyak gosok dan P3K. - Jangan lupa berdoa agar perjalanan lancar dan aman. (berbagai sumber). Esti Andaryati Mhs Fak Bahasa dan Sastra Unsiq *** Mobil Saya Dicongkel Saya sekeluarga belum lama ini berekreasi ke Langen Tirto Banyubiru Ambarawa. Setelah 2 jam dan mau pulang ke Semarang, saya terkejut mendapati pintu mobil telah dibuka paksa. Tape mobil beserta tas berisi botol susu termos air dan sebagainya telah hilang. Peristiwa ini terjadi di dekat penjualan karcis masuk dan petugas parkir berada tidak jauh dari mobil. Saat saya tanyakan kepada 2 petugas parkir, mereka menjawab tidak tahu. Alasannya masuk akal, yang satu makan dan satunya lagi sedang bakar sampah. Demikian juga satpam di situ mengatakan tidak tahu, dengan alasan hanya dia sendirian. Saat saya minta ditemukan dengan pengelola tempat rekreasi tersebut mereka bilang sulit dihubungi. Akhirnya saya lapor ke kepolisian. Meski hari itu sangat terik dan puasa, tapi pihak Kepolisian Banyubiru memberikan reaksi positif dan segera datang untuk melakukan penyidikan. Kehilangan ini mungkin bisa saya terima, tetapi yang disesali adalah tanggung jawab dari pengelolanya. Saya imbau pembaca yang akan berekreasi ke ternpat tersebut agar berhati-hati jangan sampai kejadian yang saya alami terulang. Hang G Asikin Jl Sebandaran Tmr 383/A-1, Semarang *** Kartu Lebaran Masih segar dalam ingatan ketika tahun 80-an saya dan adik membuat dan menjajakan kartu lebaran bercorak kartun di Simpang Lima Semarang. Dengan bermodal kertas buffalo warna-warni, rapido, pensil, water colour, cuter, gunting, tikar dan lampu petromax mengais rezeki malam hari. Ada banyak pesanan kartu dari anak muda yang kongkow di trotoar. Satu kartu plus gambar asli dihargai Rp 300. Biasanya satu orang pesan minimal lima kartu. Dapat dibayangkan betapa repot menggambar untuk sekitar sepuluh orang yang berkerumun. Tapi banyak asyiknya setelah kartu terselesaikan dan si pemesan merasa puas. Itulah sekelumit pengalaman betapa indah kartu lebaran. Walau di toko banyak dijajakan kartu buatan pabrik, tapi gambar kartun tangan lebih orisinil. Kini lihat di kantor Pos sepi dari orang kirim kartu lebaran. Dulu ketika bulan puasa orang berbondong-bondong mengirim kartu lebaran untuk kerabat, handai taulan, mitra bisnis dan lainnya. Kenapa orang meninggalkan begitu saja adat mengirim kartu lebaran padahal mengandung maksud keakraban dan melatih kita mengasah dan membuat kata-kata indah dan puitis. Rupanya setelah menjamur ponsel, orang tidak tertarik lagi berkirim kartu lebaran. Mereka lebih memilih yang praktis dengan mengirim sms. Dalam sms itu kata puitis banyak ditemui. Tapi kata itu hasil kiriman orang lain. Tinggal asal comot dan dikirim ke orang lain pula. Jadilah kadang dobel kiriman dengan kata-kata yang sama. Sungguh membosankan. Belum lagi kiriman blank karena penggunaan yang bersamaan. Mendatang bisa digalakkan lagi kebiasaan berkirim kartu lebaran. Salah satu cara dengan mengadakan lomba membuat kartu lebaran. Dimaksud supaya menggugah anak muda kreatif menggambar dan menulis kartu lebaran. Mungkinkah kantor Pos penyelenggaranya? Agus Eko Santoso Pondok R Patah Blok K1/21, Demak *** Tanggapan PLN Menanggapi pengaduan Bapak Kuntjoro Jl Kanfer Utara II/ 15, Semarang tentang meter listrik digital yang dimuat di Surat Pembaca 10 Oktober 2006, manajemen PLN mengucapkan terima kasih atas masukannya. Penggantian KWH meter elektronik merupakan program yang dilaksanakan bertahap. Kebijakan tersebut untuk memberikan pengukuran energi yang lebih akurat. Pada 5 Oktober 2006 telah diadakan pengecekan oleh petugas PLN UPJ Semarang Selatan dan PLN Distribusi Jateng/DIY dengan hasil beban sesaat dapat mencapai 4,5 amper (990 VA). Mohon maaf bila saat penggantian KWH meter mengurangi kenyamanan Bapak. Ir Martono Area Pelayanan dan Jaringan Semarang |