Nasional
Kamis, 19 Oktober 2006 : 13.35 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kunjungan Yudhoyono ke Cina untuk Tingkatkan Kemitraan Strategis
Jakarta, CyberNews. Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina yang dijadwalkan 27-31 Oktober mendatang diperkirakan akan meningkatkan kemitraan strategis antara kedua negara.

Selain itu juga akan membantu merealisasikan kemitraan bilateral itu dalam tindakan nyata dengan meningkatkan kerjasama saling menguntungkan, kata Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Cina, Sudrajat.

Seperti dilaporkan harian China Daily, Kamis, Sudrajat mengatakan, kunjungan tersebut juga diharapkan akan menjadikan hubungan ke dua negara makin erat dan kuat, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.

Dengan target volume perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dolar AS pada 2008 dan 30 miliar dolar AS pada 2010, Dubes mengatakan ia yakin hal itu akan tercapai, khususnya dengan pertumbuhan yang menjanjikan dari 6,73 miliar dolar AS pada 2001 menjadi 16,78 miliar pada tahun lalu.

Menurut dia, kedua pemerintah sedang meningkatkan iklim investasi, dan hubungan pada tingkat bisnis menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan.

Ia mengharapkan hubungan perdagangan dan ekonomi akan meningkat secara substansial dengan berbagai kesempatan yang lebih luas di bidang infrastruktur, industri dan jasa.

Dubes juga mengatakan bahwa perlu dibangun kerjasama di bidang pertukaran kunjungan yang lebih besar, dengan berharap akan lebih banyak wisatawan Cina mengunjungi Indonesia, negara anggota ASEAN terbesar.

Di bidang kerjasama energi, Sudrajat mengatakan hal itu sudah berkembang dengan baik sejak dilaksanakannya forum Indonesia-Cina pada 2003.

Menurut Sudrajat, akan ada putaran forum yang lain di Shanghai pada pekan depan, yang akan menandai kerjasama era baru.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengunjungi Cina dengan agenda utama menghadiri pertemuan forum energi Indonesia-Cina dan KTT ASEAN-Cina serta membahas masalah nuklir Korea Utara.

Presiden, yang akan didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono itu akan menghadiri "Indonesia-China Energy Forum II" pada 27-20 Oktober di Shanghai dan pada 30-31 Oktober akan mengikuti "ASEAN-China Commemorative Summit" di Nanning.

"ASEAN-China Commemorative Summit" adalah Konperensi Tingkat Tinggi yang akan dihadiri oleh para kepala negara/pemerintahan 10 negara ASEAN dan Perdana Menteri China Wen Jiabao.

KTT tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hubungan ASEAN-Cina ke-15 dan para pemimpin ASEAN-Cina tersebut akan menandatangani Joint Statement of ASEAN-China Commemorative Summit.

Selama kunjungannya di Cina, Presiden juga dijadwalkan akan meninjau pameran "Indonesia Solo Exhibition Center" di Shanghai pada 27 Oktober, yang diikuti sekitar 75 perusahaan Indonesia yang bergerak di berbagai bidang antara lain agrobisnis, kelautan, pertambangan, dan kerajinan tangan. Masih di Shanghai, Yudhoyono juga akan meninjau pusat pengolahan sampah.

Pada 31 Oktober, Kepala Negara akan menghadiri upacara pembukaan pameran "The Third ASEAN-China Expo" di International Conference Centre di Nanning.

( ant/cn09 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission