| Kamis, 19 Oktober 2006 | MURIA |
52 Nelayan Transmigran Akhirnya Pulang
REMBANG - Setelah terlunta-lunta selama beberapa bulan, 52 transmigran nelayan asal Rembang di Takalar Sulawesi Selatan, kemarin siang pukul 11.00, akhirnya pulang dari Makassar menuju Rembang. Sebanyak 52 nelayan transmigran asal Rembang itu sebelumnya terpaksa menginap di gedung DPRD Takalar dan Gedung Pertemuan Mitra Takalar. Mereka memprotes sejumlah fasilitas transmigrasi yang tidak dipenuhi Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai pemilik program. Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kasnadi SSos mengatakan, biaya pulang para nelayan sepenuhnya ditanggung Pemkab Rembang. ''Mereka tidak bisa selamanya dibiarkan diam di sini. Kondisi di Takalar tidak menguntungkan bagi para nelayan transmigran asal Rembang. Mereka malah akan menderita karena dimanfaatkan oleh juragan-juragan setempat,'' ungkap dia ketika dihubungi, kemarin. Pamit Bupati Dia mengatakan, meski para nelayan asal Rembang itu meninggalkan program transmigrasi nelayan, pihaknya mengaku mengadakan pertemuan dengan Bupati Takalar Ibrahim Newa. ''Tidak ada yang istimewa dari pertemuan dengan Bupati Takalar itu. Kami para nelayan hanya pamit dan membahas kegiatan transmigran di sini,'' jelasnya yang didampingi Kades Tri Tunggal, Kecamatan Kota Rembang Sukarli. Menurut Kasnadi, saat ini di Takalar masih ada 11 kepala keluarga transmigran nelayan asal Cilacap dan tiga KK transmigran nelayan asal Kendal yang juga terlunta-lunta. ''Para nelayan transmigran asal Cilacap dan Kendal itu sampai saat ini masih menginap di Gedung Pertemuan Karya Takalar tanpa kepastian yang jelas. Mereka mengaku belum mendapatkan khabar dari Pemkab setempat mengenai rencana pemulangan mereka,'' tandas dia. (H19-17m) |