logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Oktober 2006 SEMARANG
Line

Berburu Baju Koko ala Uje di Johar

SEPERTI pada Lebaran sebelumnya, selain menyiapkan makanan khusus (lontong opor, emping, kurma, dan lainnya), baju baru -khususnya baju muslim- merupakan salah satu yang dicari warga. Saat ini satu tren baju yang paling dicari adalah baju koko model Uje (model yang digunakan ustad Jefry Al-Buchori atau akrab dipanggil Uje-Red).

Pasar Johar dan Yaik rupanya masih menjadi pilihan utama bagi sebagian warga Kota Semarang. Pasar tradisional terbesar di Kota Semarang itu, Sabtu (15/10), dipadati pengunjung. Mereka umumnya terdiri atas kaum ibu yang datang bersama anaknya atau sendiri untuk membeli baju lebaran. Mereka sibuk memilah-milah berbagai jenis model pakaian. Salah satu model yang banyak dicari pembeli adalah baju koko ala Uje.

Ciri khas baju itu adalah terdapat bordiran dengan berbagai corak, seperti kotak di bagian depan. Selain itu, warnanya cukup bervariasi dari hitam, kuning, coklat muda, hingga biru laut.

Suparman (48), salah satu pedagang pakaian, mengatakan, untuk lebaran tahun ini model baju paling banyak dicari adalah seperti dipakai ustad Jefry. "Mungkin karena yang memakai merasa adem dengan model pakaian seperti itu," terangnya.

Harga baju tersebut ditawarkan bervariasi, bergantung kualitas bahan. Semakin halus bahannya, harganya semakin mahal. "Paling murah saya menjual Rp 45.000 per potong. Baju muslim tersebut saat dipakai terasa tidak panas. Kalau orang Semarang bilang nggak sumuk," jelas dia.

Suparman menambahkan, khusus pakaian untuk anak perempuan, yang dicari adalah model yang dilengkapi gambar lucu-lucu, seperti tokoh kartun Hello Kitty, Tom and Jerry, dan Snoopy. "Kalau untuk anak laki-laki, model yang disukai bergambar mobil balap, pemain sepak bola, atau yang gambarnya olahraga," tuturnya.

Pedagang lainnya, Syuaib, juga merasakan, mulai pekan ini jumlah pembeli di Pasar Johar dan Yaik lebih banyak dari sebelumnya. Banyak kaum ibu dan remaja putri datang ke kiosnya untuk mencari berbagai model baju untuk Lebaran. Mereka kebanyakan mencari model yang sering dipakai ustad Jefry. "Mungkin mereka mencari pakaian tersebut untuk diberikan ke suami atau pacar," ungkapnya.

Selain model itu, banyak pembeli yang mencari pakaian ukuran anak-anak ataupun remaja. "Saat lebaran, saya biasa membelikan pakaian untuk anak-anak dan suami saya. Selain itu, saya sendiri juga membeli pakaian. Lebaran tidak mengenakan baju baru terasa kurang sreg, meskipun saya tahu bahwa lebaran itu tidak harus identik dengan baju baru," kata seorang pembeli di kios milik Syuaib. (Rosyid Ridho-56h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA