| Kamis, 19 Oktober 2006 | EKONOMI |
Target Kredit Kreasi TerlampauiSEMARANG-Hingga akhir September 2006, Perum Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) Semarang berhasil melampaui target dalam menyalurkan Kredit Angsuran Sistem Fidusia (Kreasi) dan kredit gadai atau Kredit Cepat Aman (KCA). Realisasi omzet KCA mencapai Rp 592,15 miliar atau 122,5% dari target September 2006 sebesar Rp 483,5 miliar. Penyaluran Kreasi sebesar Rp 40,91 miliar atau 103% dari target September 2006 sebesar Rp 39,84 miliar. Namun untuk Kredit Angsuran Sistem Gadai (Krasida), realisasi omzetnya tidak memenuhi target yang telah ditetapkan. Penyaluran Krasida hanya mencapai Rp 860 juta dari target September 2006 sebesar Rp 2,72 miliar. Demikian diungkapkan Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Semarang, Arie Setiawan SH MBA, di ruang kerjanya, Rabu (18/10). "Realisasi omzet Krasida tidak dapat mencapai target, karena nasabah lebih memilih Kreasi. Untuk Kreasi, nasabah cukup menjaminkan surat-suratnya saja, seperti BPKB sepeda motor atau mobil. Sedangkan Krasida, nasabah harus menjaminkan kendaraannya (fisik) dengan jumlah minimal pinjaman sebesar Rp 25 juta," jelasnya. Untuk realisasi omzet pegadaian Syariah, dia menuturkan, hingga September 2006, pencapaian Marhun Bih (kredit) di dua Cabang Pegadaian Syariah (CPS), yaitu Majapahit Semarang dan Pekalongan mencapai Rp 26,18 miliar atau 124,85% dari target Rp 20,97 miliar. Mengenai target penyaluran kredit hingga akhir 2006, dia mengungkapkan, untuk KCA dipatok sebesar Rp 646 miliar, Kreasi Rp 53,131 miliar, Krasida Rp 3,63 miliar, dan Syariah Rp 27,96 miliar. Jelang Lebaran Sementara itu menjelang Lebaran, Arie mengungkapkan, masyarakat yang menggadaikan barang maupun menebus barang jaminan terhitung berimbang. Baru pada H-3, biasanya akan banyak nasabah yang menebus perhiasan. "Setelah hari raya, mulai H+5 akan banyak masyarakat yang kembali menggadaikan barangnya," tuturnya. Untuk Kanwil Semarang, dia menjelaskan, barang jaminan yang paling banyak digadaikan maupun ditebus, tetap didominasi emas, mencapai 70%. Sedangkan barang jaminan yang paling banyak ditebus, yakni mobil sekitar 80%. (H10-33) |