| Kamis, 19 Oktober 2006 | EKONOMI |
BTN Syariah Luncurkan Produk Baru KPR IndenSOLO-BTN Syariah meluncurkan produk baru berupa kredit perumahan rakyat (KPR) inden Oktober ini. Kredit khusus untuk pengembang itu, ditargetkan bisa meraup sekitar Rp 2 miliar sampai akhir Desember mendatang. Dengan demikian target pengucuran KPR sampai akhir tahun sekitar Rp 20 miliar di Solo, akan bisa tercapai. Kepala Cabang BTN Syariah Doddy Bursman kepada wartawan mengatakan, selama sembilan bulan beroperasi di Solo, pihaknya sudah memenuhi 103,7 % target yang dicanangkan kantor pusat. "Saat ini penyaluran kredit kami sudah lebih Rp 14 miliar. Ini indikasi sangat baik bagi perkembangan BTN Syariah di Solo," kata dia. Di sela berbuka puasa bersama Real Estat Indonesia (REI) Cabang Solo di Hotel Comfort Inn, dia mengatakan, KPR Inden sangat menguntungkan pengembang, terutama bagi developer perumahan kelas menengah ke atas. Sebab mereka akan memperoleh dana segar begitu akad kredit diteken konsumen. "Begitu konsumen menandatangani pesanan, maka 40 persen dana yang dibutuhkan langsung cair. Nanti proses pengerjaan rumah selesai 50 %, dana yang tersisa diserahkan sebesar 40 %. Rumah selesai dibangun, sisanya bisa diambil. Jadi selama proses pembangunan, pengembang tidak akan kesulitan mendapatkan dana segar." Selain itu, selama promosi Oktober - November ini, pihaknya membebaskan biaya appraisal dan biaya notaris sampai Rp 500.000. Namun dengan syarat realisasi proses kreditnya dimulai Desember. Jika lewat bulan itu, maka biaya dua item itu tetap dikenakan. Disinggung perkembangan BTN Syariah, Doddy mengatakan sambutan masyarakat cukup positif. Semula ada kekhawatiran akan mengganggu BTN konvensional, namun ternyata tidak. Keduanya berjalan beriringan, karena masyarakat sudah bisa mempertimbangkan pilihan sendiri. "Buktinya BTN konvensional dan syariah berjalan bersama dan perolehan nasabah maupun penyaluran kreditnya juga sama-sama maju pesat. Jadi ini indikasi positif. Memang, kami lebih banyak berkembang di level menengah, yaitu di kisaran Rp 50 juta sampai Rp 120 juta. Saat ini kami mencoba menembus level di atas Rp 120 juta." Tentang perkembangan perumahan sendiri, Ketua REI Solo Adib Ajiputra mengatakan dengan turunnya suku bunga Bank Indonesia, dengan sendirinya suku bunga KPR diharapkan menurun. (an-33) |